Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pangaosan Cianjur

Mengungkap Kearifan Lokal: Kitab Pangaosan Cianjur, Harmoni Sunda dan Arab

Kitab Pangaosan Cianjur adalah sebuah manuskrip puisi wawacan yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon dan Arab. Naskah ini berisi doa-doa dan aosan berbahasa Arab yang ditafsirkan dalam bahasa Sunda, mencerminkan pandangan hidup masyarakat Cianjur. Manuskrip ini terdiri dari 113 halaman, dengan 111 halaman berisi tulisan dan 2 halaman kosong. Naskah ini ditulis di atas kertas buatan lokal dengan tinta hitam. Meskipun kertasnya agak kusam, kondisinya masih kokoh dan utuh. Penjilidannya memang agak longgar. Naskah ini diperkirakan ditulis pada tahun 1927 di Cianjur. Awalnya dimiliki oleh H. Moh. Syueb dari Pasirhayam, Kabupaten Cianjur, kini disimpan di EFEO Bandung. Menariknya, di bagian awal naskah terdapat daftar 213 kalimat penting yang ditulis oleh empat ulama terkemuka: R. d Ahmad Sarangge, Ajengan Subki Rancagoong, Ustadz Haji Shalihuddin Kandang Sapi, dan Haji Muhammad Shalih aim. Pasirhayam. Naskah ini diyakini sebagai karya asli pengarangnya.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Lokayanti: Kisah Raja Kafir dan Cinta Terlarang di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Lokayanti, seorang raja kafir yang menentang Islam dalam manuskrip Sunda kuno ini. Diwarnai intrik, cinta terlarang, dan pengorbanan, naskah ini menawarkan jendela ke masa lalu Ciamis, Jawa Barat. Mari selami detail dan pesona Wawacan Lokayanti.

Wawacan Panguragan: Kisah Sayembara Putri Sakti dari Cirebon

Telusuri kisah epik Nyi Mas Panguragan/Gandasari, seorang putri sakti dari Cirebon, dalam manuskrip kuno Wawacan Panguragan. Naskah ini menceritakan sayembara sang putri hingga pertemuannya dengan Syekh Magelung. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan sastra.

Wawacan Mangkunagara: Kisah Cinta Terlarang di Tanah Jawa

Manuskrip Wawacan Mangkunagara mengisahkan cinta segitiga yang rumit di kalangan bangsawan Jawa. Radén Panji Krenengpati harus menghadiri pernikahan kekasihnya sendiri, memicu intrik dan huru-hara. Warisan budaya ini menawarkan jendela ke dalam adat, percintaan, dan konflik di masa lalu.

Tuntunan Shalat: Warisan Naskah Sunda dari Bandung

Temukan naskah kuno 'Tuntunan Shalat', sebuah panduan shalat sunat taraweh dalam bahasa Sunda dan Arab. Naskah ini memuat ayat-ayat pendek Al-Qur'an yang lazim dibaca setelah Al-Fatihah, serta doa-doa wirid setelah shalat. Mari selami lebih dalam isi dan sejarah naskah ini.

Wawacan Munding Liman: Kisah Perjalanan Mencari Pusaka di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Raden Patih Munding Liman dan Raden Mantri Munding Wangi dalam mengemban titah raja. Mereka menjelajah negeri mencari gajah putih, banteng kembar, dan pusaka sakti. Pertemuan dengan putri Sunten Keling membawa mereka ke negeri Cina, membuka petualangan mendebarkan.

Pucuk Umun: Kisah Maulana Hasanudin Mencari Negeri

Telusuri kisah epik Maulana Hasanudin dalam manuskrip Pucuk Umun. Ditugaskan mencari tempat pendirian negeri, ia mengembara hingga Banten Girang dan membangun peradaban. Naskah ini menyimpan jejak dakwah Islam dan silsilah tokoh penting Banten.

Mengungkap Warisan Leluhur: Kitab Waruga Jagat, Jejak Sejarah dan Spiritual Tanah Sunda

Jelajahi kekayaan intelektual dan spiritual masa lalu melalui Kitab Waruga Jagat, sebuah manuskrip kuno yang memadukan sejarah para nabi, wali, raja Jawa, dan ajaran Islam. Manuskrip ini membuka jendela menuju kearifan lokal, mengungkap petunjuk pertanian, peternakan, serta doa-doa penuh makna. Simak narasi lengkapnya di sini!

Wawacan Suryakanta: Kisah Pilu Putra Raja Suryaningrat yang Diculik Jin

Manuskrip ini mengisahkan cerita Wawacan Suryakanta, seorang putra Raja Suryaningrat yang hilang diculik jin. Konflik pun muncul di antara kedua istri raja, Ningrum dan Jembawati, yang berujung pada tuduhan palsu dan nasib buruk bagi Ningrum. Simak selengkapnya dalam narasi berikut.