Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Saparwadi

Jejak Sang Panembahan Saparwadi: Kisah Syekh Haji Abdul Muhyi

Manuskrip ini mengisahkan sejarah Kanjeng Panembahan yang dimakamkan di Saparwadi, yang dikenal sebagai Syekh Haji Abdul Muhyi. Naskah menyebutkan bahwa leluhurnya berasal dari Timur, merupakan keturunan Sunan Giri Kadaton. Silsilahnya berlanjut dari Sunan Giri Kadaton ke Sunan Girilaya, kemudian Pangeran Girilaya yang menikahi putri Ki Demang Malaya dari Madura. Dari pernikahan tersebut lahir Radén Wiracandra dan Radén Malaya. Radén Malaya kemudian menjadi permaisuri Kyai Gede di Mataram dan melahirkan Tumenggung Singaranu. Kisah ini dituturkan secara turun temurun hingga mencapai Ratu Galuh. Manuskrip ini merupakan bagian dari koleksi J.L.A. Brandes, berukuran 16 x 20,5 cm dengan tebal 9 halaman dan 10 baris per halaman. Ditulis dalam huruf Arab (Pegon) dengan bahasa Jawa berbentuk prosa. Saat ini, naskah ini disimpan di Museum Negeri Jakarta.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Suryaningrat-Ningrum Kusumah: Kisah Cinta Dua Dunia dari Cianjur

Naskah Suryaningrat-Ningrum Kusumah adalah seri ke-3 dari wawacan Suryaningrat, mengisahkan cinta antara tokoh dari Arab dan Nusantara, menghasilkan Suryakanta. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda, aksara Pegon, dan berbentuk puisi wawacan. Diperkirakan berasal dari awal abad ke-20 di daerah Jampang, Cianjur.

Untaian Doa dan Nasihat: Warisan Manuskrip dari Bandung

Temukan keindahan dan kearifan lokal dalam manuskrip 'Doa Nasihat'. Naskah kuno ini memuat untaian doa perlindungan dan nasihat bijak. Manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang nilai-nilai spiritual dan moral masyarakat Sunda di masa lampau.

Rukun Islam: Ajaran, Doa, dan Mantra dalam Naskah Sunda Kuno

Telusuri ajaran Rukun Islam yang dipadukan dengan doa dan mantra dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini mengungkap praktik keagamaan masyarakat Sunda di abad ke-20. Meskipun kondisinya tidak utuh, naskah ini menyimpan pengetahuan berharga tentang tradisi Islam lokal.

Mengungkap Pustaka Dwipantara: Kisah Kerajaan Kuno dari Cirebon

Telusuri lembaran sejarah kuno melalui Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip berharga dari Cirebon yang tersimpan di Museum Negeri Jawa Barat "Sri Baduga" Bandung. Naskah ini adalah seri ke-6 dari sepuluh seri Pustaka Dwipantara, mengungkap kisah Sri Maharani Simha dan warisan kerajaannya di Bhumi Medang Mataram. Temukan intrik perselisihan antara Kediri dan Singhasari, serta catatan waktu penyelesaian naskah yang menakjubkan.

Untaian Nasihat Pernikahan dalam Manuskrip Sawer Panganten

Temukan nasihat pernikahan dalam manuskrip kuno Sawer Panganten! Manuskrip berbahasa Sunda beraksara Pegon ini berisi syair dan wawangsalan yang penuh makna. Tersimpan di EFEO Bandung, naskah ini memberikan gambaran tentang tradisi pernikahan di Pangalengan, Bandung pada abad ke-19.

Wawacan Suriamanah: Kisah Heroik Pewaris Tahta dari Soreang

Telusuri kisah Raden Suriamanah, pewaris tahta negeri Baktaanta, dalam manuskrip Wawacan berbahasa Sunda. Perjalanan hidupnya penuh intrik, pengkhianatan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Naskah ini bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga cerminan nilai-nilai Islam dan budaya Sunda.

Mengungkap Ajaran Tarekat: Warisan Naskah Kuno dari Kuningan

Naskah kuno bertajuk 'Tarekat' ini menyimpan khazanah pengetahuan mendalam tentang keimanan dan tauhid. Ditulis dalam bahasa Jawa dan Arab menggunakan aksara Pegon, naskah ini menguraikan konsep keislaman yang komprehensif, meliputi syareat, tarekat, hakekat, dan marifat. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik dari manuskrip berharga ini.

Suluk Gandasari: Kisah Persaudaraan dalam Mencari Hakikat Keislaman

Telusuri warisan sastra Sunda melalui manuskrip Suluk Gandasari, sebuah karya puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengupas tuntas ajaran agama Islam melalui dialog antara dua saudara, Ki Ganda dan Ki Sari. Mereka berbagi pengalaman dalam memahami dzat, sifat, asma, iman, dan tauhid, menggunakan alam sekitar sebagai simbol.