Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Tarekat Tauhid

Mengenal Tarekat Tauhid: Manuskrip Abad ke-18 dari Cirebon

Manuskrip "Tarekat (Tauhid)" adalah khazanah intelektual dari abad ke-18 yang berasal dari Cirebon. Naskah ini ditulis dalam bahasa Arab dan Jawa menggunakan aksara Arab dan Pegon. Dalam 66 halaman kertas Dluwang yang menguning karena usia, naskah ini menyajikan pemahaman mendalam tentang konsep tauhid. Secara garis besar, teks ini terbagi menjadi tiga bagian utama: doa-doa pembuka, tafsir ayat-ayat Al-Qur'an, dan uraian mengenai konsep keislaman terkait tauhid yang didasarkan pada Tarekat Syatariyah. Menariknya, terdapat diagram yang menggambarkan alam wahdat, wahidiyat, dan wahdaniyat, serta pembahasan mengenai alam rukh dan Martabat Tujuh. Manuskrip ini, yang dulunya berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan kini masih disimpan di sana, memberikan gambaran tentang pemikiran keagamaan yang berkembang di Cirebon pada masa itu. Kondisi fisik naskah umumnya masih baik meski sudah kusam dan menguning, dengan penjilidan yang agak longgar. Penomoran halaman terletak di sudut kiri setiap halaman, dari 1 hingga 66. Tinta yang digunakan berwarna hitam.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menjelajahi Tuntunan Ibadah: Narasi Kitab Fiqih Sunda-Arab Abad ke-20

Temukan warisan intelektual Islam dari abad ke-20 melalui manuskrip Kitab Fiqih. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, menyajikan panduan praktis mengenai tata cara berwudu, shalat fardu, dan shalat sunat. Manuskrip ini menawarkan wawasan berharga tentang praktik keagamaan dan nilai-nilai budi pekerti yang dijunjung tinggi pada masanya.

Menelusuri Surat Salinan: Jejak Korespondensi Abad ke-19 di Tatar Sunda

Naskah kuno ini menyimpan jejak korespondensi penting dari akhir abad ke-19. Surat Salinan ini adalah salinan surat jawaban dari Asisten Residen kepada Raden Aria Patih Afdeling Sukapura Kolot Bratadiwidjadja. Mari kita selami lebih dalam isi dan konteks sejarah dari surat berharga ini.

Menjelajahi Khazanah Naskah Kuno Cirebon: Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara

Temukan katalog naskah-naskah kuno yang tersimpan di Keraton Cirebon melalui Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini adalah bagian penting dari warisan budaya Cirebon, yang mencatat sejarah intelektual dan sastra keraton. Simak selengkapnya mengenai deskripsi fisik dan isinya di bawah ini!

Wawacan Syekh Abdul Qadir Jaelani: Kisah Sang Wali dari Bagdad

Telusuri kisah hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani, seorang tokoh sufi terkemuka, melalui manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini, yang ditulis dalam aksara Pegon, mengisahkan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menjadi Wali Qutub. Simak bagaimana ajaran dan karomahnya tersebar luas, menginspirasi banyak orang hingga kini.

Carios Arya Wangsa Goparana: Kisah Penyebaran Islam dan Silsilah Raja Cianjur

Manuskrip ini mengisahkan perjalanan Arya Wangsa Goparana dalam menyebarkan agama Islam di Cianjur. Selain itu, naskah ini memuat silsilah raja-raja Cianjur, mulai dari Ciung Wanara hingga Adipati Arya Kusumaningrat. Sebuah catatan sejarah penting tentang tokoh dan perkembangan wilayah Cianjur.

Wawacan Carbon: Kisah Sunan Jati dan Ramalan Masa Depan dari Cirebon

Temukan ringkasan Babad Cirebon dalam naskah Wawacan Carbon, yang mengisahkan Sunan Jati dan keturunannya. Naskah ini memuat amanat-amanat berharga dari Sunan Jati tentang ramalan masa depan demi kemakmuran negara. Ditulis oleh Ki Demang Pamayahan pada tahun 1805 di Mertasinga, Cirebon, naskah ini menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kaya.

Wawacan Barjah: Kisah Cinta, Tahta, dan Identitas Tersembunyi dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Jaka Barjah dalam manuskrip Wawacan Barjah. Putra Raja Barjah ini terlibat dalam intrik perebutan tahta, cinta yang rumit, dan identitas yang disembunyikan. Naskah ini mengungkap warisan budaya Sunda yang kaya melalui pupuh-pupuh indah yang terangkai dalam aksara Pegon.

Layang Gandaresmi: Kisah Suluk dari Ciwidey Abad ke-19

Temukan pesona naskah kuno Layang Gandaresmi, sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini mengungkap kisah suluk yang memikat dari abad ke-19. Simak detail fisik naskah, asal-usulnya, dan cuplikan isinya yang penuh makna.