Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Wawacan

Menjelajahi Wawacan Surya Kombara dan Wawacan Jakah: Kisah Raja dan Rakyat Jelata dalam Tembang Sunda

Manuskrip ini terdiri dari dua bagian utama. Pertama, Wawacan Surya Kombara, yang ditulis pada tahun 1325 di Wanaraja, Garut, mengisahkan sejarah Radén Surya Kombara, raja dari Buldansah. Bagian kedua adalah Wawacan Jakah, yang disusun terpisah, menceritakan kisah Jakah, seorang rakyat biasa yang dengan kecerdikannya berhasil menikahi putri raja dan menjadi penguasa. Naskah ini ditulis oleh Wangsa Muhamad dari Cinunuk, Ujungberung, Bandung, berdasarkan cerita rakyat yang populer. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje no. 18, diterima dari Haji Hasan Mustapa sebagai pinjaman, berukuran folio dengan tebal 239 dan 74 halaman, ditulis dalam huruf Arab berbahasa Sunda berbentuk puisi (tembang), dan saat ini disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. R.A. Kern memberikan catatan bahwa Aki Ismun adalah nama seorang penduduk kampung di mana Jakah dibesarkan.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kitab Tauhid: Kearifan Lokal Cianjur dalam Untaian Doa

Telusuri kedalaman spiritualitas masyarakat Cianjur melalui Kitab Tauhid, sebuah manuskrip yang memadukan ajaran tauhid dengan kearifan lokal. Naskah ini menjadi penuntun hidup dengan menjabarkan tiga prinsip utama: mamaos (seni tembang Sunda), maen-po (penghayatan ajaran Islam), dan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelajahi Pustaka Dwipantara: Kisah dari Cirebon Abad ke-17

Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip kuno dari Cirebon, membuka lembaran sejarah dan budaya Jawa Barat. Naskah ini, yang merupakan bagian ke-8 dari sepuluh seri, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail fisik dari warisan berharga ini.

Nagara Kretabhumi: Mengungkap Sejarah Nusantara di Awal Peradaban

Manuskrip Nagara Kretabhumi menguak tabir sejarah Nusantara dari masa prasejarah hingga awal peradaban. Naskah ini memaparkan keberagaman penduduk, mata pencaharian, wilayah hunian, dan kepercayaan yang dianut. Gelombang migrasi bangsa-bangsa dari Asia ke Nusantara turut menjadi fokus utama.

Suluk Tranggana: Syair Sunda tentang Ketauhidan dari Banjaran

Temukan keindahan Suluk Tranggana, sebuah manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menguraikan konsep ketauhidan melalui dialog antara tokoh-tokoh simbolis. Simak narasi lengkapnya untuk memahami lebih dalam isi dan detail fisik naskah.

Kisah Dipati Ukur dalam Manuskrip Mangle Arum: Pemberontakan dan Pelarian

Manuskrip Mangle Arum mengisahkan cerita tentang Dipati Ukur, seorang tokoh penting yang berasal dari Jambukarang, Banyumas. Dibuang ke Ukur oleh Raja Mataram, Sutawijaya, ia kemudian menjadi bupati dan berani melawan kekuasaan Mataram. Simak narasi lengkapnya tentang tokoh ini dalam manuskrip kuno.

Samaun: Kisah Pahlawan Pembela Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang pembela Nabi Muhammad SAW, dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Manuskrip ini, yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan, mengungkap perjuangan melawan kekafiran di Mekah dan keberanian Samaun menumpas musuh-musuh Islam.

Samaun: Kisah Pahlawan Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang berjasa besar dalam membantu Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam. Naskah kuno ini tersimpan dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda, ditulis dengan aksara Pegon. Mari kita selami lebih dalam tentang isi dan detail fisik naskah ini.

Tafsiran dan Jampe Adus: Pesona Doa Mandi dalam Syair Sunda

Temukan keunikan manuskrip kuno yang memadukan tradisi Islam dan budaya Sunda! Naskah ini mengungkap rahasia 'jampe adus' atau doa mandi, sebuah praktik spiritual yang kaya akan makna. Mari selami lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.