Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Jaka Bayawak

Jaka Bayawak: Kisah Cinta dan Kesaktian dalam Wawacan Sunda

Wawacan Jaka Bayawak mengisahkan tentang negeri Nadenda yang diperintah oleh Ratu Jin dan permasuri Sri Nagawati. Raja memiliki dua putra, seorang pangeran berwujud biawak bernama Jaka Bayawak, dan seorang putri cantik bernama Rara Uju. Kisah berlanjut dengan petualangan Jaka Bayawak yang melarikan diri karena merasa buruk rupa, perjalanan Rara Uju mencari ilmu dan mendapatkan kesaktian bunga cempaka, hingga peperangan melawan Raja Jin Kala Parenggi. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon berbentuk puisi wawacan. Naskah setebal 150 halaman ini diperkirakan ditulis pada tahun 1920 di Cicalengka, Bandung. Naskah ini berasal dari Winata/Aki Mad'i di Kp. Cikancung Legok Kiraksa, Desa Bandasari, Kecamatan Cicalengka, Kabpaten Bandung dan kini tersimpan di EFEO Bandung. Judul dalam teksnya adalah Carita Jaka Bayawak, sedangkan di sampul tertulis Wawacan Jaka Bayawak. Naskah ini terdiri dari 47 pupuh lengkap dan menggunakan tinta hitam agak pucat. Kondisi fisik kertasnya tampak kekuning-kuningan dan kusam, namun umumnya masih kokoh.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Sulanjana: Kisah Asal-Usul Padi di Pajajaran dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Sulanjana, sebuah wawacan Sunda yang mengungkap asal-usul padi di Pajajaran. Naskah ini menceritakan perjalanan dari Nabi Adam hingga Prabu Siliwangi, serta perjuangan melawan hama yang mengancam tanaman padi. Temukan bagaimana Sulanjana dan saudara-saudaranya menyelamatkan panen dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

Sumpena: Kisah Heroik Raden dari Tanah Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Raden Sumpena dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai dari bayi yang ditemukan hanyut hingga menjadi raja yang adil dan berani. Simak ringkasan cerita dan detail menarik dari manuskrip berusia abad ke-19 ini.

Babad Cerbon: Kisah Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di Jawa melalui Babad Cerbon, sebuah manuskrip kuno yang menyimpan narasi perjalanan spiritual dan kekuasaan. Dari Banten hingga Pajajaran, manuskrip ini mengungkap tokoh-tokoh penting dan peristiwa bersejarah yang membentuk lanskap keagamaan di masa lampau. Temukan intrik, kebijaksanaan, dan jejak peradaban dalam setiap lembarnya.

Menelusuri Jejak Hukum dan Sejarah dalam Manuskrip Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara

Sebuah manuskrip kuno berukuran saku menyimpan pengetahuan berharga tentang hukum kerajaan, cerita masa lalu, dan silsilah keluarga. Mari kita menyelami isi naskah Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara yang ditulis dalam huruf Jawa-Sunda ini, untuk mengungkap kearifan lokal dan sejarah yang tersembunyi di dalamnya.

Raden Husen: Kisah Cinta Putri dan Tukang Sampah dari Cirebon

Temukan kisah tak terduga dalam manuskrip Raden Husen, sebuah prosa berbahasa Sunda yang ditulis pada tahun 1867. Manuskrip ini menceritakan tentang Siti Murtiyamah, seorang putri yang ditakdirkan untuk menikah dengan seorang tukang sampah dari Cirebon. Akankah takdir cinta membawanya pada kebahagiaan atau justru malapetaka?

Khasiat Surat Al-Quran: Manuskrip Faedah Beberapa dari Cirebon

Temukan khasiat tersembunyi dalam surat-surat Al-Quran melalui manuskrip kuno "Faedah Beberapa". Naskah abad ke-19 dari Cirebon ini mengungkap uraian mendalam, dilengkapi pengantar berbahasa Melayu, dimulai dari surat Al-Imron. Diagram lingkaran di dalamnya memberikan perspektif unik tentang sifat muslim ideal dan konsep tarekat.

Samaun: Kisah Pahlawan Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang berjasa besar dalam membantu Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam. Naskah kuno ini tersimpan dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda, ditulis dengan aksara Pegon. Mari kita selami lebih dalam tentang isi dan detail fisik naskah ini.

Primbon Tatanen: Mantra dan Kearifan Lokal Pertanian Sunda

Temukan kearifan lokal Sunda dalam naskah Primbon Tatanen, sebuah panduan pertanian tradisional berbentuk puisi Wawacan. Naskah ini mengungkap mantra-mantra untuk kesuburan padi dan perlindungan dari hama, mencerminkan pengetahuan mendalam masyarakat agraris.