Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Wawacan Budiman

Wawacan Budiman: Pertempuran Abadi Kebaikan Melawan Nafsu

Wawacan Budiman, juga dikenal sebagai Wawacan Tarekat, adalah sebuah manuskrip puisi (tembang) berbahasa Sunda yang membahas perbandingan antara perbuatan baik dan buruk berdasarkan tuntunan Rasul dan perintah Allah. Naskah ini menggunakan tokoh Budiman sebagai lambang kebaikan dan Raja Nafsu sebagai representasi keburukan. Pertempuran abadi antara keduanya terjadi setiap saat, di mana saja, dan kapan saja. Menurut naskah, hanya dengan ilmu yang kuat, keimanan yang teguh, dan pengamalan yang kontinu Raja Nafsu dapat dikalahkan. Ki Budiman memiliki ketiga hal tersebut dan berhasil mengalahkan Raja Nafsu, sehingga Allah menjanjikannya tempat yang penuh kebahagiaan, yaitu surga. Manuskrip ini berasal dari Nalhasan, Kp. Cibubuhan, Cimanggung, Cikeruh dan berukuran 21,5 x 17 cm dengan tebal 50 halaman dan 15 baris. Naskah ditulis menggunakan huruf Arab. Tempat penyimpanan manuskrip ini adalah Kp. Cihuhuhan, Cimanggung, Cikeruh, Sumedang.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Nagara Kretabhumi: Mengungkap Sejarah Nusantara di Awal Peradaban

Manuskrip Nagara Kretabhumi menguak tabir sejarah Nusantara dari masa prasejarah hingga awal peradaban. Naskah ini memaparkan keberagaman penduduk, mata pencaharian, wilayah hunian, dan kepercayaan yang dianut. Gelombang migrasi bangsa-bangsa dari Asia ke Nusantara turut menjadi fokus utama.

Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Cirebon dan Warisan Budaya

Manuskrip Silsilah Cirebon dan Paririmbon ini adalah khazanah pengetahuan yang mengungkap sejarah panjang keluarga kesultanan dan tradisi masyarakat Cirebon. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan dan Pegon, naskah ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan kearifan lokal.

Menelusuri Jejak Islamisasi Jawa Barat: Narasi Babad Cirebon dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Babad Cirebon ini adalah khazanah berharga yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya peran Syarif Hidayatullah. Dikemas dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda dan beraksara Pegon, naskah ini menawarkan perspektif unik tentang sejarah dan budaya Cirebon. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Petuah Bijak dan Ramalan Bintang: Mengungkap Kitab Nasehat dan Palintangan

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip kuno Kitab Nasehat dan Palintangan. Naskah ini memuat wejangan hidup tentang keseimbangan antara kesenangan dan prihatin, serta ramalan nasib berdasarkan hari kelahiran. Sebuah warisan berharga dari Pasirjambu, Bandung.

Sangkuriang: Kisah Klasik Sunda dengan Sentuhan Arab dan Kolonial

Manuskrip "Sangkuriang" dari tahun 1283 Hijriah ini menyajikan kisah legendaris dengan alur yang sedikit berbeda dari versi yang kita kenal. Naskah berbahasa Sunda ini ditulis dalam aksara Jawa dan berbentuk prosa. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah kuno ini.

Suryakanta: Kisah Heroik Putra Raja dalam Wawacan Sunda Beraksara Pegon

Telusuri kisah heroik Suryakanta, putra Raja Suryaningrat, dalam manuskrip Wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah setebal 230 halaman ini mengisahkan petualangan dan perjuangan Suryakanta yang diculik raksasa hingga menjadi pahlawan yang menumpas kejahatan. Mari kita selami lebih dalam detail dan kondisi fisik naskah kuno ini.

Rengganis: Kisah Cinta dan Kesaktian dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Rengganis adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan cerita dengan latar penyebaran agama Islam, menampilkan tokoh utama Dewi Rengganis dan Umarmaya yang memiliki kesaktian tinggi. Kondisi fisik naskah ini menunjukkan usianya yang telah lama.

Menelusuri Jejak Leluhur: Kisah Silsilah dari Sumedang

Telusuri jejak sejarah dan hubungan kekerabatan melalui manuskrip kuno "Silsilah". Naskah ini mengungkap garis keturunan Pangeran Rangga Gempol hingga Prabu Siliwangi. Mari selami lebih dalam tentang asal-usul dan warisan budaya yang terkandung di dalamnya.