Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Amir Hamzah

Kisah Heroik Amir Hamzah: Perburuan Pedang Pusaka dan Penyelamatan Sang Putri

Manuskrip Wawacan Amir Hamzah mengisahkan petualangan seru Amir Hamzah, raja Puseur Bumi, dalam upayanya mendapatkan pedang Kamkam. Ia memerintahkan Umarmaya untuk mencari pedang tersebut, yang ternyata dimiliki oleh raja Nusantara bernama Purbarara. Dengan bantuan dua pemuda yang mengaku cucu Amir Hamzah, pedang itu berhasil direbut. Namun, petualangan tak berhenti di situ. Amir Hamzah kemudian ditawan oleh raja Kondakwari saat berusaha menyelamatkan Pamedaringsing, seorang putri Arab yang diculik. Untungnya, ia diselamatkan oleh Saketi, putera Umarmaya dari puteri Utinggaran, yang ternyata adalah istri raja Kondakwari. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan huruf Arab, berbentuk puisi, dan terdiri dari 209 halaman dengan 13 baris per halaman. Ukuran manuskrip adalah 17 x 21,5 cm dan 15 x 19 cm. Manuskrip ini kemungkinan ditulis di daerah Nurwita atau Pacet.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah-Kisah Wawacan: Ogin, Jaka Surti, Kean Santang, dan Ahmad Muhamad dalam Manuskrip Sunda

Telusuri kekayaan sastra Sunda melalui manuskrip "Kumpulan Wawacan" yang memuat empat cerita epik dalam bentuk puisi wawacan. Naskah ini menghadirkan kisah-kisah Ogin Amarsakti, Jaka Surti, Kean Santang, dan Ahmad Muhamad, yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini menawarkan wawasan mendalam tentang budaya, nilai-nilai, dan sejarah masyarakat Sunda.

Menjelajahi Khazanah Khutbah Jumat dalam Manuskrip Sunda-Arab Abad ke-20

Manuskrip kuno ini menghadirkan kombinasi unik antara khutbah Jumat, doa-doa magis, dan pelajaran agama Islam. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, naskah ini memberikan gambaran sekilas tentang praktik keagamaan dan intelektual masyarakat Pangalengan, Bandung, pada abad ke-20.

Layang Lelampahan: Kisah Perang dan Penyebaran Islam dari Cirebon

Telusuri lembaran sejarah melalui Layang Lelampahan Raja Madina Perang Kalih Raja Pirngaun, sebuah manuskrip puisi wawacan berbahasa Jawa Cirebon yang ditulis menggunakan aksara Cacarakan. Naskah ini menyimpan kisah pertempuran melawan kaum Firaun dan penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. Dengan tokoh sentral seperti Pangeran Keansantang dan Bagenda Ali, manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang masa lalu.

Menelisik Hukum dan Kehidupan di Medang Kamulan dalam Manuskrip Kuno

Jelajahi kehidupan masyarakat dan sistem hukum di Kerajaan Medang Kamulan melalui manuskrip kuno "Hukum di Medang Kamulan". Naskah ini mengungkap detail menarik tentang denda bagi pelanggar ketertiban, kehidupan perekonomian yang berpusat pada sawah, pasar, dan ternak, serta peran penting para menteri kerajaan.

Babad Cirebon: Kisah Syiar Islam di Jawa Barat

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di Jawa Barat melalui manuskrip Babad Cirebon. Naskah ini mengisahkan perjalanan Syarif Hidayat (Sunan Gunung Jati) dalam menyebarkan Islam di Cirebon dan sekitarnya. Warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan keagamaan.

Doa Istigfar: Untaian Harapan dari Bandung Abad ke-20

Manuskrip Doa Istigfar ini berisi tentang keutamaan membaca istigfar berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Naskah ini menekankan bahwa pengucapan istigfar yang tepat waktu dapat membawa ampunan dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Mari kita selami lebih dalam tentang naskah ini.

Malangsari: Kisah Patih Gagah Berani dari Kuta Ireng

Temukan kisah kepahlawanan Patih Malangsari dari Kuta Ireng dalam manuskrip Sunda kuno. Ditulis dalam aksara Latin, prosa ini menceritakan tugas sang patih menyerang Kuta Waringin Girang dan negeri Siluman. Naskah ini diperkirakan merupakan hasil transliterasi dan saduran dari cerita pantun Sunda, namun dengan sentuhan suasana Islami.

Jejak Spiritual dan Ramalan: Menjelajahi Manuskrip 'Catatan-Catatan' Koleksi Snouck Hurgronje

Manuskrip 'Catatan-Catatan' dari koleksi Snouck Hurgronje menyimpan khazanah pengetahuan lintas bahasa dan budaya. Di dalamnya terhimpun catatan teologi, mistik, hingga ramalan. Naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam praktik spiritual dan intelektual masyarakat Jawa dan Sunda pada abad ke-19.