Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Samaun

Wawacan Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam Abad ke-19 dari Ciwidey

Naskah Wawacan Samaun adalah sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini terdiri dari 66 halaman dan berisi kisah riwayat tokoh Samaun yang dianggap sebagai pahlawan Islam. Samaun dikisahkan memiliki kesaktian luar biasa sejak dilahirkan dan membantu Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam bersama Sayidina Ali. Naskah ini terdiri dari 23 pupuh, dimulai dengan pupuh Dangdanggula. Secara fisik, kertas naskah tampak kecoklatan dengan beberapa bagian tepi yang robek dan penjilidan yang kendor. Manuskrip ini diperkirakan berasal dari abad ke-19 dan disalin di Ciwidey, Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Uwas bin Ayin dari Kp. Gambung, Desa Pasir Jambu, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung dan kini disimpan di EFEO Bandung. Terdapat catatan di luar teks yang mengindikasikan pemilik naskah. Sayangnya, bagian akhir teks tampak hilang.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Samaun: Kisah Pahlawan Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang berjasa besar dalam membantu Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam. Naskah kuno ini tersimpan dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda, ditulis dengan aksara Pegon. Mari kita selami lebih dalam tentang isi dan detail fisik naskah ini.

Titah Sukapura: Surat Kuasa Abad ke-19 dari Mangunreja

Intip lembaran sejarah dari Tasikmalaya! Sebuah Surat Kuasa dari Bupati Sukapura, yang kini dikenal sebagai Tasikmalaya, mengungkap dinamika kekuasaan di masa lampau. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Melayu menggunakan aksara Pegon, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam administrasi dan pembagian wilayah pada akhir abad ke-19.

Menelusuri Jejak Galuh: Narasi Epik dalam Babad Galuh

Babad Galuh adalah sebuah manuskrip kuno yang mengisahkan sejarah dan silsilah kerajaan Galuh, mengungkap tokoh-tokoh penting dan peristiwa-peristiwa yang membentuk peradaban di wilayah tersebut. Manuskrip ini ditulis dalam Bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, menawarkan jendela unik ke dalam budaya dan sejarah masa lalu. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah ini.

Mujarobat: Warisan Keislaman dan Tradisi dalam Naskah Kuno Sukabumi

Telusuri khazanah keislaman dan tradisi Sunda dalam manuskrip Mujarobat. Naskah abad ke-19 ini mengungkap beragam amalan, doa, mantra, hingga kearifan lokal. Sebuah warisan berharga yang menyingkap kekayaan spiritual dan budaya masyarakat Sukabumi.

Elmu Hakekat Kabatinan: Mengungkap Tasawuf dalam Manuskrip Sunda Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf yang terkandung dalam manuskrip Sunda berjudul "Elmu Hakekat Kabatinan". Naskah abad ke-19 ini menguraikan pemahaman tentang hakekat ketuhanan dan Nur Muhammad, dikaitkan dengan unsur-unsur tubuh manusia berdasarkan rukun Islam dan rukun Iman.

Layang Mintaraga: Kisah Klasik dalam Genggaman

Telusuri kisah klasik Layang Mintaraga, sebuah karya sastra Jawa yang memikat. Manuskrip ini, tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon, menawarkan jendela ke masa lalu. Simak narasi lengkap tentang kondisi fisik, bahasa, dan detail unik yang terkandung di dalamnya.

Nurbuat: Kisah Negeri Mekah Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telusuri kisah Mekah dan Madinah sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip Nurbuat. Ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini menceritakan tentang Siti Aminah dan peristiwa penting kelahiran Nabi di tengah serangan pasukan Habsi. Manuskrip ini menjadi saksi bisu sejarah Islam di tanah Sunda.

Mengungkap Misteri Risalah Mistik: Sattariya, Mantra Sunda, dan Sejarah Banten

Telusuri dunia mistik Jawa dan Sunda melalui manuskrip kuno ini. Risalah ini mengungkap ajaran Sattariya, mantra-mantra sakral, dan sejarah Banten yang memikat. Temukan kearifan lokal yang tersembunyi dalam lembaran-lembaran beraksara Arab dan Jawa.