Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pupujian

Untaian Pupujian: Syair Penuh Makna dari Bandung

Manuskrip ini berisi pupujian, yaitu puisi-puisi yang biasa dilantunkan menjelang shalat berjamaah di masjid. Menariknya, pupujian ini tidak hanya ditulis dalam bahasa Arab, tetapi juga dilengkapi dengan terjemahan dan tafsir dalam bahasa Sunda, menggunakan aksara Pegon. Naskah ini diawali dengan kalimat 'mula-mula aya badan wiwi- tan sari jeung rasa ( ... ) jadi nyawa' dan diakhiri dengan kalimat '...nya eta rasul, illaha nya eta nyawa, allahu nya eta rasul, illaha nya eta nyawa, allahu na eta nu hirup'.

Secara fisik, naskah Pupujian ini terdiri dari 34 halaman berukuran 13x8 cm, dengan area tulisan 10,5 x 6 cm. Ditulis di atas kertas lokal dengan tinta hitam pucat, kondisi kertasnya tampak kekuningan namun secara umum masih baik, meski penjilidannya longgar. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-20, dari daerah Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Endjum dari Batukarut, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Patarekan: Intisari Ajaran Islam dan Tarekat dari Cirebon Abad ke-18

Telusuri manuskrip Patarekan, sebuah naskah kuno dari Cirebon yang mengungkap ajaran Islam dan tarekat. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon menggunakan aksara Cacarakan, naskah ini menawarkan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep keagamaan yang relevan di abad ke-18.

Menelusuri Akar Keluarga Bangsawan: Kisah dalam 'Salasilah Ing Para Leluhur Ing Kadanurejan'

Naskah kuno 'Salasilah Ing Para Leluhur Ing Kadanurejan' membuka tabir silsilah keluarga Bupati Yuda Nagara dari Banyumas dan Adipati Danu Reja, mangkubumi dari Yogyakarta. Disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, manuskrip ini menawarkan wawasan tentang sejarah Jawa dan Sunda melalui perspektif keluarga bangsawan. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah ini.

Kisah Si Kuwat: Dari Hutan Belantara Hingga Tahta Demak

Manuskrip Dongéng Si Kuwat mengisahkan perjalanan hidup seorang anak bernama Kuwat yang penuh liku. Dari keluarga kaya yang jatuh miskin hingga petualangan di hutan, Kuwat menempa diri menjadi sosok yang tangguh. Simak kisah lengkapnya dalam manuskrip kuno ini!

Jara Paringga: Kisah Cinta Terlarang dari Ciremai Barat

Manuskrip Jara Paringga mengisahkan romansa penuh intrik di Ciremai Barat. Berbalut puisi wawacan berbahasa Sunda dan ditulis dalam aksara Pegon, naskah ini menyimpan cerita tentang cinta terlarang, kesaktian, dan perebutan kekuasaan. Mari selami lebih dalam detail dan kondisi fisik naskah kuno ini.

Ogin Amarsakti: Kisah Heroik Putra Mahkota yang Dibuang

Manuskrip Ogin Amarsakti mengisahkan perjalanan seorang putra mahkota yang penuh liku. Dibuang sejak bayi karena intrik kerajaan, ia kemudian tumbuh menjadi pahlawan sakti mandraguna. Simak kisah lengkapnya dalam wawacan berbahasa Sunda ini!

Kekuatan Gaib dalam Kumpulan Mantra Sunda: Ajian, Jampe, dan Palintangan

Telusuri dunia spiritual Sunda melalui manuskrip "Kumpulan Mantra". Naskah ini mengungkap warisan budaya berupa jampe (mantra penyembuhan), ajian (ilmu gaib), palintangan (ramalan), hingga ajaran tasawuf. Pengaruh unsur keislaman sangat terasa dalam setiap untaian kata.

Meramal Nasib dengan Palintangan: Warisan Naskah Sunda dari Bandung

Telusuri lembaran naskah kuno Palintangan yang mengungkap tradisi ramalan nasib dalam budaya Sunda. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini menawarkan panduan perhitungan tradisional untuk menentukan hari baik dan buruk. Mari kita selami lebih dalam isi dan asal-usul naskah yang menarik ini.

Dialog Spiritual: Wawacan Suluk dan Pencarian Hakikat Hidup

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui Wawacan Suluk, sebuah manuskrip puisi yang mengungkap dialog mendalam antara dua pendeta bersaudara. Naskah ini mengajak kita merenungkan asal-usul kehidupan dan perjalanan spiritual manusia melalui tujuh alam yang berbeda. Sebuah warisan berharga dari Museum Prabu Geus Ulun Sumedang.