Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kidung Gede

Kidung Gede: Pesona Ayat-Ayat Penolak Bahaya dari Bandung

Kidung Gede adalah sebuah manuskrip berbentuk prosa yang berisi petunjuk penggunaan kidung sebagai jampe penolak bahaya, serta ayat-ayat suci Al-Quran yang dikenal sebagai ayat-tujuh. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab menggunakan aksara Pegon dan Arab. Secara fisik, manuskrip ini terdiri dari 32 halaman yang ditulis menggunakan tinta hitam pucat pada kertas buatan lokal. Meskipun kertas tampak kusam kekuning-kuningan dan penjilidannya longgar, kondisi naskah secara keseluruhan masih utuh. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-20 dan ditulis di Bandung. Saat ini, Kidung Gede tersimpan di EFEO Bandung. Naskah ini berasal dari Uhyi Kp. Ngamprah, Désa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Bagian awal teks dimulai dengan kalimat "punika ieu wawacan kidung gede ( ... ) ranana saha-saha jalma anu ..." dan diakhiri dengan kalimat "... mawa dina awakna pasti ntoal aya anu bisa nyieun madarat ka pasihanana."

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Aqoidul Iman: Risalah Akidah dan Amalan dari Kuningan Abad ke-19

Telusuri manuskrip kuno Aqoidul Iman, sebuah karya prosa berbahasa Jawa dan Arab dari abad ke-19. Naskah ini memuat beragam pengetahuan, mulai dari perhitungan Pawukon, penjelasan akidah, hingga mantra-mantra tradisional. Sebuah warisan berharga yang mengungkap kehidupan spiritual dan budaya masyarakat Kuningan di masa lampau.

Layang Seh: Kisah Syekh Abdul Qadir Jaelani dalam Wawacan Cirebon

Temukan pesona Layang Seh, fragmen dari Wawacan Syekh Abdul Qadir Jaelani berbahasa Jawa Cirebonan. Naskah kuno ini, ditulis dalam aksara Pegon, memuat episode ke-32 dari kisah sang wali. Simak uraian tentang kondisi fisik naskah, asal-usulnya, dan petunjuk tentang penulisnya.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam: Naskah Tarekat dari Garut

Temukan intisari ajaran Islam dalam manuskrip kuno "Pelajaran Agama Islam". Naskah ini membahas mendalam tentang tasawuf, meliputi syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Simak uraian tentang makrifat bismillah, shalat sejati, doa Fatimah, hingga ilmu hakikat Allah yang diamalkan oleh para nabi, sahabat, wali, ulama, dan kaum muslimin.

Tarekat: Untaian Dzikir dan Doa dari Cirebon Abad ke-19

Temukan khazanah spiritual Tarekat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap aturan dzikir, doa-doa tahlil, dan amalan penolak marabahaya. Naskah ini memberikan gambaran mendalam tentang praktik keagamaan di Cirebon pada abad ke-19, serta tradisi intelektual ulama setempat.

Mengungkap Hakekat Ilmu Rasa: Manuskrip Tasawuf Abad ke-19 dari Bandung

Telusuri ajaran tasawuf dalam manuskrip kuno 'Hakekat Ilmu Rasa'. Naskah abad ke-19 ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa menggunakan aksara Pegon, mengungkap tata cara memahami eksistensi Dzat Allah dan Nur Muhammad melalui rukun Islam dan rukun Iman.

Ratna Ningrum (Suryaningrat): Kisah Heroik Penyebaran Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah heroik Ratna Ningrum dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda berjudul Ratna Ningrum (Suryaningrat). Naskah ini mengisahkan tentang penyebaran agama Islam di tanah Sunda, di mana Ratna Ningrum memainkan peran sentral dalam menaklukkan raja-raja kafir. Temukan detail menarik tentang manuskrip ini yang tersimpan rapi di EFEO Bandung.

Pandita Sawang (Waruga Alam): Kisah Suluk dan Ajaran Keislaman dari Bandung

Manuskrip Pandita Sawang (Waruga Alam) adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang berisi cerita suluk. Naskah ini memuat ajaran keislaman, khususnya tentang pemahaman eksistensi Ketuhanan melalui tasawuf. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah kuno ini.

Carita Suluk Panembahan Nirmala: Kisah Tasawuf dan Ajaran Keimanan dari Cirebon

Telusuri manuskrip kuno Carita Suluk Panembahan Nirmala, sebuah karya sastra yang kaya akan ajaran tasawuf dan nilai-nilai keimanan. Naskah ini menghadirkan cerita suluk yang memikat, diselingi doa-doa dan mantra-mantra yang sarat makna. Mari selami lebih dalam warisan budaya Cirebon yang berharga ini, yang ditulis pada tahun 1829.