Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kitab Doa

Berkah Bertani: Menjelajahi Kitab Doa Tatanen dari Banjaran Bandung

Kitab Doa Tatanen adalah sebuah manuskrip yang berisi kumpulan doa untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa-doa yang berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam. Uniknya, naskah ini juga menyertakan keterangan waktu yang dianggap tepat untuk memulai bercocok tanam agar hasilnya melimpah. Selain doa, terdapat pula mantra-mantra tradisional Sunda seperti jangjawokan, jampe, dan rajah yang dipercaya dapat memberikan perlindungan dan keberkahan. Naskah ini diawali dengan kalimat punika dua mulud. ta’udh. bismillah. lakad dzaakum rasulun min anfusikum ‘azizn 'alayhi maanitum ... dan diakhiri dengan ..., ju- maah tabuh sapuluh, tabuh dua welas, tabuh lima; saptu tabuh tujuh, tabuh salaan, tabuh dua, tabuh opat. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Arab (Pegon), manuskrip ini terdiri dari 25 halaman. Naskah ini tersimpan di EFEO Bandung. Ukuran halaman naskah ini adalah 20,5 x 16 cm, dengan ukuran tulisan 18 x 13 cm. Naskah ini berasal dari Bapak Usup, yang tinggal di Kp. Cipaku, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Kondisi fisik naskah menunjukkan kertas yang sudah kecoklatan dan beberapa lembar yang robek, serta penjilidan yang longgar.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kumpulan Doa: Untaian Shalawat dan Mantra dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam 'Kumpulan Doa,' sebuah manuskrip kuno yang memadukan bahasa Arab dan Sunda dalam aksara Pegon. Naskah ini berisi untaian doa dan mantra yang terinspirasi dari ajaran Islam dan tasawuf. Warisan dari Banjaran Bandung ini menawarkan wawasan mendalam tentang praktik keagamaan masyarakat pada masa lalu.

Menjelajahi Mikrofilm Sunda Kuna: Jejak Holle di Leiden

Telusuri jejak naskah kuno Sunda melalui koleksi mikrofilm Perpustakaan Universitas Leiden. Mikrofilm ini merekam Lontar KBG no. 630 yang berisi tulisan Holle. Kondisi negatif yang kurang baik tak menghalangi kita untuk menggali informasi berharga dari lembaran-lembaran yang termuat.

Kisah Heroik Amir Hamzah: Perburuan Pedang Pusaka dan Penyelamatan Sang Putri

Telusuri kisah kepahlawanan Amir Hamzah dalam Wawacan Amir Hamzah, sebuah manuskrip Sunda kuno. Petualangan dimulai ketika Amir Hamzah mengutus Umarmaya mencari pedang Kamkam yang sakti. Perjalanan membawanya pada berbagai rintangan, termasuk tawanan dan pencarian putri Arab yang diculik.

Mengungkap Kejayaan Masa Lalu: Narasi dari Pustaka Dwipantara

Telusuri jejak sejarah Nusantara melalui Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap gambaran perniagaan antar negeri di kepulauan Dwipantara hingga kemunduran Kerajaan Wilwatikta. Naskah ini menawarkan perspektif unik tentang masa lalu, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan.

Aji Saka: Kisah Mitologis dalam Tembang Jawa

Manuskrip Aji Saka ini menyimpan kisah mitologis yang tertuang dalam bentuk tembang macapat. Menceritakan tentang Dewata Cengkar yang gemar memangsa manusia hingga penaklukan oleh Aji Saka. Simak narasi lengkapnya dalam deskripsi berikut.

Babad Merah: Kisah Abdul Muthalib dan Nurbuat di Tanah Sunda

Telusuri kisah Abdul Muthalib, raja Mekah, dalam manuskrip Babad Merah berbahasa Sunda. Mimpi tentang pohon besar yang menjulang ke langit mengantarkan pada nubuat akan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Manuskrip ini mengungkap warisan budaya dan religi yang kaya dari abad ke-20.

Kisah Ahmad Muhamad: Wawacan Sunda Sarat Piwulang dan Mantra Asihan

Telusuri kisah epik Ahmad dan Muhamad dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda. Lebih dari sekadar cerita, naskah ini mengungkap piwulang (nasihat) luhur dan mantra asihan, ditulis dalam aksara Pegon dan Latin.

Primbon Tarekat Satariyah: Jejak Mistik dari Garut hingga Leiden

Telusuri warisan spiritual Jawa melalui Primbon Tarekat Satariyah. Manuskrip ini mengungkap teologi dan mistik yang kaya, diturunkan dari para tokoh spiritual terkemuka. Disalin oleh Hasan Mustapa pada tahun 1908, primbon ini menyimpan jejak perjalanan mistik dari Garut hingga Perpustakaan Universitas Leiden.