Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Babad Cirebon

Menjelajahi Babad Cirebon: Kisah Islamisasi di Jawa Barat

Manuskrip Babad Cirebon ini ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan yang terdiri dari 185 halaman. Sayangnya, kondisi fisik naskah ini kurang baik, dengan kertas yang kusam, beberapa halaman rusak atau hilang, serta penjilidan yang longgar. Teks ini terdiri dari 15 pupuh, ditulis dengan tinta hitam yang umumnya masih terbaca. Penulis naskah ini adalah Sasmita, yang berasal dari Cijaringao (Garut?) dan hidup pada abad ke-20. Naskah ini berasal dari Bapak H. Holil di Kp. Lempong, Desa Karangsari, Kec. Leles, Kab. Garut, dan saat ini disimpan di EFEO Bandung. Bagian awal dan akhir naskah tidak utuh.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Berkah Bertani: Menjelajahi Kitab Doa Tatanen dari Banjaran Bandung

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda melalui Kitab Doa Tatanen, sebuah manuskrip yang memadukan doa-doa Islami dengan mantra-mantra tradisional untuk keberhasilan bercocok tanam. Naskah ini memberikan wawasan unik tentang praktik pertanian dan spiritualitas di Banjaran, Bandung pada abad ke-20.

Mengungkap Carios Dongéng Anu Baheula: Kisah-Kisah Sunda dari Cikajang

Telusuri dunia dongeng Sunda kuno melalui manuskrip "Carios Dongéng Anu Baheula". Naskah ini menyimpan beragam cerita rakyat yang berasal dari Cikajang, menghadirkan tokoh-tokoh unik dan petualangan menarik. Mari kita selami bersama kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Menjelajahi Kumpulan Doa Abad ke-19: Warisan Spiritual dari Bandung

Telusuri khazanah spiritual abad ke-19 melalui manuskrip "Kumpulan Doa", sebuah kompilasi doa dan wirid dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab. Naskah ini memberikan panduan salat wajib dan sunah, mencerminkan praktik keagamaan masyarakat Bandung pada masa itu. Meskipun kondisinya tidak utuh, manuskrip ini menawarkan wawasan berharga tentang kehidupan beragama di masa lampau.

Menjelajahi Masa Lalu Banten: Carita-carita Jaman Baheula

Manuskrip "Carita-carita Jaman Baheula (Dongéng-Dongéng Banten)" adalah jendela ke sejarah Banten. Berasal dari koleksi C.M. Pleyte, naskah ini mengungkap periodisasi sultan-sultan Banten dari tahun 1447 hingga 1816. Temukan kisah penaklukan Jawa Barat oleh Maulana Hasanuddin hingga catatan tentang berbagai wilayah penting di Banten.

Samaun: Kisah Pahlawan Pembela Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang pembela Nabi Muhammad SAW, dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Manuskrip ini, yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan, mengungkap perjuangan melawan kekafiran di Mekah dan keberanian Samaun menumpas musuh-musuh Islam.

Primbon: Untaian Ramalan dan Mantra dari Tanah Sunda dan Jawa

Telusuri kearifan lokal melalui manuskrip Primbon, sebuah warisan budaya yang memadukan tradisi Sunda dan Jawa. Naskah ini mengungkap ramalan, mantra, dan perhitungan hari baik, memberikan wawasan tentang kehidupan masyarakat abad ke-19.

Babad Pasir: Kisah Cinta dan Tahta dari Banyumas

Telusuri kisah epik Raden Banyakcatra dalam manuskrip Babad Pasir. Putra Raja Pajajaran ini awalnya berniat mencari permaisuri, namun takdir membawanya menjadi penguasa Pasirluhur. Simak selengkapnya tentang intrik kerajaan dan perjalanan hidup Banyakcatra dalam naskah kuno ini.

Lalakon Ki Buhaér: Kisah Pengamen yang Menjadi Raja

Manuskrip Lalakon Ki Buhaér mengisahkan perjalanan hidup seorang anak miskin bernama Buhaér yang akhirnya menjadi raja. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda dan beraksara Pegon, naskah ini menyimpan cerita menarik tentang cinta, takdir, dan perubahan wujud yang penuh misteri.