Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Ogin

Kisah Ogin Amar Sakti: Wawacan Sunda Abad ke-20 dari Cianjur

Manuskrip ini mengisahkan Ogin Amar Sakti, seorang putra raja dari selir Dewi Lasmaya yang dibuang oleh permaisuri. Ia diselamatkan oleh buaya putih dan burung, kemudian dibesarkan oleh raja Jin Antaboga hingga menjadi pemuda gagah dan sakti. Kisah berlanjut hingga Ogin berhasil bersatu kembali dengan orang tuanya. Manuskrip berjudul OGIN ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan setebal 363 halaman. Judul dalam teks adalah Ogin Amar Sakti (halaman awal), sementara di sampul tertulis Wawacan Ogin. Naskah ini berasal dari Cianjur, tepatnya dari H. Sidik di Kp. Cibitung, Desa Cibuluh, Kec. Cidamar, dan diperkirakan berasal dari abad ke-20. Saat ini, manuskrip ini tersimpan di EFEO Bandung. Ditulis dengan tinta hitam yang masih kontras, teks terdiri dari 128 pupuh, dimulai dengan pupuh Dangdanggula. Kondisi fisik kertas tampak mulai kekuningan, penjilidan agak ketat, terdapat satu halaman ganda (h.177), satu halaman hilang (h.277), dan satu halaman dengan teks agak kabur (h.314), namun secara keseluruhan teks utuh hingga akhir cerita.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Rengganis: Kisah Penebaran Islam dalam Wawacan Sunda Abad ke-19

Telusuri kisah Rengganis, sebuah episode dari Wawacan Umarmaya yang bernafaskan penebaran agama Islam di Nusantara. Manuskrip ini, ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Pegon, menawarkan jendela ke masa lalu melalui puisi yang memikat. Simak narasi lengkapnya untuk memahami lebih dalam tentang warisan budaya dan sejarah Islam di Jawa Barat.

Kisah Ahmad Muhammad: Wawacan Sunda Abad ke-20 dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Ahmad dan Muhammad, dua saudara kembar putra Srinarendra Raja Jemur dari Kerajaan Habsah. Naskah wawacan berbahasa Sunda ini mengisahkan perjalanan penuh tantangan mereka hingga menjadi Raja di Mesir. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Pangalengan, Bandung.

Menjelajahi Karya Sastra Cirebon Abad ke-19: Warisan Leluhur Keraton Kacirebonan

Telusuri jejak warisan sastra Cirebon dari abad ke-19 melalui manuskrip kuno yang tersimpan di Keraton Kacirebonan. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, menawarkan sekilas tentang kekayaan budaya dan intelektual masa lalu. Meskipun kondisinya memerlukan perhatian khusus, keindahan dan nilai sejarahnya tetap terpancar.

Nurbuat: Kisah Nabi Muhammad dalam Wawacan Sunda Beraksara Pegon

Telusuri kisah Nabi Muhammad dalam manuskrip Nurbuat, sebuah karya sastra Sunda klasik yang ditulis dalam bentuk wawacan dan menggunakan aksara Pegon. Manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang kehidupan Nabi Muhammad melalui lensa budaya Sunda. Naskah ini disalin oleh Haji Muhammad pada tahun 1939 di Cihamberang Banjaran.

Serat Kanda Ning Ringgit Purwa: Kisah Mitologi dan Sejarah Jawa

Telusuri jejak mitologi dan sejarah Jawa dalam manuskrip Serat Kanda Ning Ringgit Purwa. Naskah kuno ini menyimpan kisah panjang dari Adam hingga Jaka Tingkir, raja Pajang, serta rangkuman dalam bahasa Jawa dan Belanda. Mari selami lebih dalam isi dan detail metadata manuskrip ini.

Sulanjana: Kisah Padi dari Sawargaloka dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Sulanjana berbahasa Sunda ini mengisahkan legenda asal-usul padi di Pakuan, bermula dari kisah di Sawargaloka. Dikemas dalam bentuk puisi wawacan beraksara Pegon, naskah ini menyimpan kearifan lokal tentang pertanian dan kepercayaan masyarakat Sunda. Mari selami lebih dalam cerita menarik ini dan detail metadata yang menyertainya.

Menjelajahi Kumpulan Doa Abad ke-19: Warisan Spiritual dari Bandung

Telusuri khazanah spiritual abad ke-19 melalui manuskrip "Kumpulan Doa", sebuah kompilasi doa dan wirid dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab. Naskah ini memberikan panduan salat wajib dan sunah, mencerminkan praktik keagamaan masyarakat Bandung pada masa itu. Meskipun kondisinya tidak utuh, manuskrip ini menawarkan wawasan berharga tentang kehidupan beragama di masa lampau.

Mantra Sunda Pegon: Doa Sukses Bertani dan Berdagang dari Bandung Abad ke-19

Temukan kekuatan tradisi dan mistik Islam dalam manuskrip Mantra berbahasa Sunda ini. Berasal dari Bandung abad ke-19, naskah ini berisi jampe atau doa untuk kesuksesan dalam bertani dan berdagang. Simak bagaimana unsur-unsur lokal dan spiritualitas menyatu dalam lembaran sejarah ini.