Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Rara Mendut

Kisah Rara Mendut dalam Wawacan Sunda: Cinta, Pengkhianatan, dan Balas Dendam

Naskah ini berisi kisah Rara Mendut dan Paranacitra yang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran Sinuhun Mataram. Dalam pelariannya, Rara Mendut yang tengah hamil, mendapat perlindungan dari Raja Demung. Kelak, putera Rara Mendut menikah dengan Ciptarasa, seorang pengabdi Rara Aji Kusumah, yang berhasil membalaskan dendam kematian Paranacitra. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan dan terdiri dari 78 halaman. Judul naskah tercantum dalam teks sebagai 'Wawacan Rara Mendut' (halaman 1). Ukuran halaman adalah 20,5 x 16 cm, dengan ukuran tulisan 17,5 x 13,5 cm. Naskah ini merupakan jilid 1 dari 1, menggunakan kertas buatan pabrik dalam negeri dengan tinta berwarna hitam. Teks terbagi dalam 32 pupuh. Kondisi fisik naskah menunjukkan kertas yang kusam kecoklatan, beberapa halaman berlubang atau robek, dan penjilidan yang longgar. Naskah ini dikarang oleh Sulnapi di Sumedang, dan ditulis di Bandung. Asal naskah dari Bapak Suparma-Winarma, Kp. Cipandanwangi, Desa Cimara, Kecamatan Cimaka, Kabupaten Ciamis. Saat ini, naskah tersebut disimpan di EFEO Bandung. Sayangnya, kondisi teks tidak utuh, terutama di bagian awal, dan berakhir dengan catatan penulis yang memohon maaf karena tidak dapat menyelesaikan seluruh kisah.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menjelajahi Kumpulan Kitab: Warisan Manuskrip Islam dari Bandung

Temukan pesona manuskrip kuno Kumpulan Kitab, sebuah khazanah intelektual dari Bandung. Manuskrip ini menghadirkan beragam pengetahuan agama Islam, mencakup syariat, tauhid, fikih, dan tasawuf. Mari selami lebih dalam isi dan sejarah manuskrip ini.

Suluk Gandasari: Kisah Persaudaraan dalam Mencari Hakikat Keislaman

Telusuri warisan sastra Sunda melalui manuskrip Suluk Gandasari, sebuah karya puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengupas tuntas ajaran agama Islam melalui dialog antara dua saudara, Ki Ganda dan Ki Sari. Mereka berbagi pengalaman dalam memahami dzat, sifat, asma, iman, dan tauhid, menggunakan alam sekitar sebagai simbol.

WAWACAN Suluk Islam: Untaian Ajaran Tarekat Satariyah dalam Pupuh Sunda

Telusuri ajaran Islam yang mendalam melalui Wawacan Suluk Islam, sebuah manuskrip Sunda yang memikat. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan, naskah ini membawa kita ke dalam suasana Kerajaan Sunda-Galuh, sembari menyajikan konsep tauhid berdasarkan Tarekat Satariyah. Temukan kearifan lokal dan spiritualitas dalam setiap pupuh yang terangkai indah.

Kumpulan Doa: Warisan Naskah Pegon Abad ke-18 dari Cirebon

Temukan keindahan dan kearifan lokal dalam naskah kuno "Kumpulan Doa", sebuah warisan berharga dari abad ke-18 Cirebon. Manuskrip ini berisi beragam doa, tuntunan ibadah, hingga cerita-cerita bernafaskan Islam yang ditulis dalam aksara Pegon.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam dalam Wawacan: Hakekat Wali Salapan

Manuskrip Pelajaran Agama Islam adalah khazanah berharga yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan. Naskah ini menggunakan bahasa Sunda dan Jawa, serta aksara Pegon. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Rangga Aruman: Kisah Putra Raja yang Hilang dari Tanah Sunda

Manuskrip Rangga Aruman adalah khazanah sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan perjalanan hidup seorang putra raja. Ditulis dengan aksara Cacarakan, naskah ini menawarkan jendela ke budaya dan tradisi masyarakat Sunda pada abad ke-19. Mari selami lebih dalam kisah dan detail fisik naskah ini.

Babad Cirebon: Kisah Wali Sanga dan Gejolak Politik di Tanah Jawa

Telusuri lembaran sejarah Cirebon melalui manuskrip Babad Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah dinasti Cirebon, para Wali Sanga, hingga intrik politik yang melibatkan Mataram dan Banten. Sebuah jendela menuju masa lalu yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Untaian Kata Bijak: Puisi Teologi dan Mistik Jawa

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip kuno "Puisi tentang Teologi dan Mistik". Naskah ini berisi ajaran mendalam yang disampaikan kepada Ratu Tum dan Dewi Maleka, bersumber dari Abdu’l Azim di Katem, Mesir. Sebuah warisan intelektual yang membuka jendela menuju pemikiran teologis dan mistik Jawa.