Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Si Kuwat

Kisah Si Kuwat: Dari Hutan Belantara Hingga Tahta Demak

Manuskrip Dongéng Si Kuwat setebal 57 halaman ini menceritakan kisah hidup Si Kuwat. Raksa Guna, seorang kaya raya yang tinggal di Parung Kancana, mendambakan seorang anak. Setelah bertapa, Dewa Antaboga mengabulkan permintaannya dan lahirlah Kuwat. Namun, nafsu makan Kuwat yang besar membuat keluarganya jatuh miskin. Orang tuanya bahkan hendak membunuhnya. Si Kuwat kemudian dibawa ibunya ke hutan, di sana ia bertemu Kastim dan Lumad yang membantunya. Petualangannya membawanya ke berbagai tempat, seperti Manura dan Demak. Hingga akhirnya, Kuwat menikahi Puteri Mindayasari dan menjadi raja Demak. Ia kembali ke Parung Kancana dan membuat orang tuanya kaya raya kembali. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Jawa dan disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Menelusuri Tuntunan Shalat: Warisan Naskah Sunda Abad ke-20

Temukan panduan lengkap shalat dalam manuskrip kuno "Tuntunan Shalat". Naskah ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, menyajikan tuntunan rukun shalat lima waktu dan shalat sunat, lengkap dengan bacaan, doa qunut, dan doa setelah shalat. Sebuah warisan berharga yang memberikan wawasan tentang praktik keagamaan di masa lalu.

Kisah Heroik Kéyan Santang: Dari Pajajaran ke Mekah

Telusuri kisah epik Kéyan Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam manuskrip kuno "Wawacan Kéyan Santang". Perjalanannya mencari lawan tangguh membawanya ke Mekah, mengubah keyakinan, dan menugaskannya mengislamkan tanah kelahirannya. Simak bagaimana naskah ini mengungkap pergolakan spiritual dan sejarah Pajajaran.

Kisah Epik Carita Raja Sa’ul jeung Raja Daud: Syair Abad ke-19 dari Bandung

Manuskrip kuno Carita Raja Sa’ul jeung Raja Daud mengisahkan naik turunnya kepemimpinan bangsa Israel. Raja Sa’ul yang awalnya sukses, dikutuk Tuhan karena melanggar larangan. Daud, pemuda berbakat, diangkat menjadi raja menggantikannya. Naskah ini menawarkan wawasan menarik tentang sejarah dan nilai-nilai budaya Sunda.

Mujarobat: Warisan Naskah Cirebon Abad ke-19

Telusuri lebih dalam khazanah naskah Mujarobat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap perpaduan unik antara tradisi keislaman dan kearifan lokal. Naskah ini menyimpan mantra-mantra pertanian, doa-doa keselamatan, hingga silsilah penguasa Galuh yang memeluk Islam.

Wawacan Suryaningrat: Kisah Heroik dari Banjaran Bandung

Telusuri kisah kepahlawanan dan intrik kekuasaan dalam Wawacan Suryaningrat, sebuah manuskrip Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan pertempuran sengit antara kerajaan-kerajaan di negeri Erum dan Tanjungbiru, berfokus pada tokoh Raja Madayin Suryakanta dan Jaka Umbara. Simak narasi lengkapnya!

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Raja-Raja Nusantara dari Cirebon

Telusuri warisan sejarah Nusantara melalui manuskrip kuno Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah raja-raja di berbagai kerajaan di wilayah Nusantara. Sebuah artefak berharga yang menyimpan pengetahuan mendalam tentang masa lalu.

Wawacan Suryakanta: Kisah Pilu Putra Raja Suryaningrat yang Diculik Jin

Manuskrip ini mengisahkan cerita Wawacan Suryakanta, seorang putra Raja Suryaningrat yang hilang diculik jin. Konflik pun muncul di antara kedua istri raja, Ningrum dan Jembawati, yang berujung pada tuduhan palsu dan nasib buruk bagi Ningrum. Simak selengkapnya dalam narasi berikut.

Tulak Bala: Penangkal Bahaya dari Bandung Abad ke-20

Manuskrip Tulak Bala ini merupakan lembaran lepas yang berfungsi sebagai penolak bahaya, dibuat untuk diletakkan di atas pintu masuk rumah. Berasal dari Bandung awal abad ke-20, naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon dan Arab. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai naskah unik ini.