Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Umar Basah

Wawacan Umar Basah: Kisah Cinta dan Pengkhianatan dari Bandung

Naskah ini menceritakan kisah Umar Basah yang berhasil menyembuhkan seorang putri raja Buldani bernama Raden Ayu Murtiningrat, yang kemudian dinikahinya. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena perbedaan status sosial dan intrik kerajaan. Setelah kematian Umar Basah dan istrinya, putranya, Banjarpati, harus menghadapi berbagai cobaan akibat pengkhianatan Patih Pancasona. Manuskrip ini ditulis dalam bentuk puisi wawacan dan terdiri dari 47 pupuh. Naskah setebal 38 halaman ini ditulis pada kertas lokal dengan tinta hitam. Kondisi fisik naskah cukup baik meski kertas tampak kekuningan dan penjilidan agak longgar. Disalin di Bandung pada abad ke-20, naskah ini berasal dari koleksi Haris Sukandar Natasasmita dan kini disimpan di EFEO Bandung. Sayangnya, teks ini tidak lengkap dan ada bagian akhir yang hilang.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Mantra Tani: Warisan Leluhur untuk Kesuburan Bumi

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga kesuburan padi melalui manuskrip Mantra Tani. Naskah kuno ini mengungkap ritual dan doa yang dipraktikkan untuk melindungi tanaman dari hama dan meningkatkan hasil panen. Mari kita selami lebih dalam isi dan sejarah naskah berharga ini.

Kanda: Menelusuri Sejarah Kerajaan Jawa yang Penuh Teka-Teki

Manuskrip Kanda membawa kita dalam perjalanan membingungkan menelusuri sejarah kerajaan Jawa. Mulai dari silsilah mitos raja-raja hingga berdirinya kota Batavia, naskah ini menyajikan narasi kompleks yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Sayid Saman: Kisah Penyebar Agama Islam dari Ciwidey

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di tanah Arab melalui manuskrip Wawacan Sayid Saman. Naskah ini mengisahkan intrik kerajaan, sihir, dan perjuangan tokoh-tokohnya. Manuskrip ini ditulis dalam Bahasa Sunda dan aksara Pegon.

Jejak Peristiwa di Istana Faqih Najmuddin: Catatan Hakim Agung Banten Abad ke-18

Manuskrip ini mengungkap catatan detail peristiwa di istana Faqih Najmuddin, hakim agung Kesultanan Banten pada pertengahan abad ke-18. Dalam format buku catatan, naskah ini merekam berbagai kejadian penting dengan cermat. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Menjelajahi Waruga Jagat dan Sarsila Sayang: Kosmogoni Sunda dalam Genggaman

Temukan lembaran sejarah dan kosmologi Sunda kuno dalam manuskrip Waruga Jagat dan Sarsila Sayang. Naskah ini membawa kita dalam perjalanan spiritual dari Nabi Adam hingga ramalan Ajar dari Gunung Padang. Sebuah warisan intelektual yang tersimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden.

Titah Sukapura: Surat Kuasa Abad ke-19 dari Mangunreja

Intip lembaran sejarah dari Tasikmalaya! Sebuah Surat Kuasa dari Bupati Sukapura, yang kini dikenal sebagai Tasikmalaya, mengungkap dinamika kekuasaan di masa lampau. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Melayu menggunakan aksara Pegon, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam administrasi dan pembagian wilayah pada akhir abad ke-19.

Menjelajahi Ramalan Abad ke-19 dalam Naskah Palintangan

Temukan dunia ramalan dan perhitungan tradisional dalam naskah Palintangan. Manuskrip kuno ini mengungkap kearifan lokal mengenai penentuan hari baik, perjodohan, dan peruntungan. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik naskah yang berasal dari Banjaran, Bandung ini.

Danumaya: Kisah Heroik Putra Raja dalam Balutan Wawacan Pegon

Telusuri kisah heroik Danumaya, putra Raja Panji Subrata, dalam manuskrip wawacan berbahasa Pegon beraksara Sunda. Ditulis oleh Mahrup dan disalin oleh Muhamad Yusuf Surhaman pada tahun 1954 di Bayongbong Garut, naskah ini menyimpan petualangan Danumaya dalam menghadapi berbagai rintangan dan memenangkan hati dua putri.