Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Mantra

Mantra Sunda Pegon: Doa Sukses Bertani dan Berdagang dari Bandung Abad ke-19

Manuskrip ini berisi jampe atau doa yang bertujuan untuk meraih keberhasilan dalam bidang pertanian dan perdagangan. Hal ini tercermin dalam kalimat pembukaannya: lamun katurut ku tani atawa jual beuli atawa ku dunya kudu dikanyahokeun malaikat anu dua puluh dina badan ... (h. 1). Naskah ini menarik karena memadukan unsur-unsur tradisi Sunda dengan sentuhan mistik Islam, yang tampak pada kalimat penutupnya: ... kukusna kudratullah wit hurip pertama hurip ciptana allah namaning tunggal (h. 2).

Secara fisik, naskah MANTRA ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon. Naskah berbentuk prosa ini terdiri dari 2 halaman yang ditulis pada kertas Eropa dengan cap kertas Superfin 1593. Ukuran halamannya adalah 34,5 x 21,5 cm, dengan ukuran tulisan 33 x 18 cm. Naskah ini merupakan bagian dari jilid yang belum diketahui lengkapnya dan kondisinya berupa lembaran lepas dengan warna kertas kecoklatan. Penomoran halaman ditambahkan kemudian. Naskah ini berasal dari Bapak Endjum dari Batukarut, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung dan saat ini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Nagarakretabhumi: Penghormatan Susuhunan Jati dan Peristiwa Kerajaan-Kerajaan Jawa

Manuskrip Nagarakretabhumi (Parwa I, Sargah 4) mengungkap penghormatan terhadap Susuhunan Jati di Cirebon sebagai tokoh agama dan keturunan raja-raja. Naskah ini menyoroti hubungan keluarga antara Cirebon dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Demak, Pajang, dan Mataram, serta peristiwa penting yang terjadi di masa lalu. Sebuah catatan sejarah yang berharga.

Ogin Amarsakti: Kisah Heroik Putra Mahkota yang Dibuang

Manuskrip Ogin Amarsakti mengisahkan perjalanan seorang putra mahkota yang penuh liku. Dibuang sejak bayi karena intrik kerajaan, ia kemudian tumbuh menjadi pahlawan sakti mandraguna. Simak kisah lengkapnya dalam wawacan berbahasa Sunda ini!

Kisah Nabi Yusuf dalam Wawacan Sunda: Pesona Abad ke-18

Manuskrip "Carita Nabi Yusuf" dalam bahasa Sunda ini mengisahkan perjalanan hidup Nabi Yusuf AS yang penuh liku. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan, naskah lontar ini diperkirakan berasal dari abad ke-18 dan menawarkan perspektif unik tentang kisah nabi dalam tradisi sastra Sunda.

Menelusuri Sejarah Nusantara: Kisah Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara

Jelajahi kekayaan sejarah dan budaya Nusantara melalui manuskrip kuno Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah raja-raja dan kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah Nusantara. Manuskrip ini adalah bagian ke-1 dari seri ke-5, menawarkan wawasan berharga tentang masa lalu gemilang Indonesia.

Suluk Gandasari: Kisah Persaudaraan dalam Mencari Hakikat Keislaman

Telusuri warisan sastra Sunda melalui manuskrip Suluk Gandasari, sebuah karya puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengupas tuntas ajaran agama Islam melalui dialog antara dua saudara, Ki Ganda dan Ki Sari. Mereka berbagi pengalaman dalam memahami dzat, sifat, asma, iman, dan tauhid, menggunakan alam sekitar sebagai simbol.

Menelusuri Jejak Sejarah Cirebon dalam Untaian Wawacan

Kisah epik Babad Cirebon hadir dalam bentuk puisi wawacan yang memikat. Manuskrip ini mengisahkan perjalanan Raden Walangsungsang dan Raden Warasantang, putra Prabu Siliwangi, dalam mencari ilmu agama Islam. Hingga berdirinya kekuasaan Islam di Cirebon oleh Syarif Hidayat atau Sunan Gunung Jati.

Jejak Ilmu dan Doa: Menelusuri 'Catatan-Catatan' dari Banten

Temukan khazanah intelektual dari Banten melalui manuskrip 'Catatan-Catatan'. Naskah ini mengungkap beragam topik, mulai dari tajwid Al-Qur'an hingga mistisisme dan doa-doa. Sebuah jendela unik ke dalam pemikiran keagamaan dan spiritual masyarakat Sunda di masa lalu.

Kisah Heroik Amir Hamzah: Perburuan Pedang Pusaka dan Penyelamatan Sang Putri

Telusuri kisah kepahlawanan Amir Hamzah dalam Wawacan Amir Hamzah, sebuah manuskrip Sunda kuno. Petualangan dimulai ketika Amir Hamzah mengutus Umarmaya mencari pedang Kamkam yang sakti. Perjalanan membawanya pada berbagai rintangan, termasuk tawanan dan pencarian putri Arab yang diculik.