Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Wawacan Mangkunagara

Wawacan Mangkunagara: Kisah Cinta Terlarang di Tanah Jawa

Naskah Wawacan Mangkunagara menceritakan kisah Radén Panji Krenengpati, keponakan Sultan Solo, yang harus menyaksikan kekasihnya, Kencana Ningrat, menikah dengan orang lain. Kisah cinta terlarang ini diwarnai dengan pertemuan rahasia dan kekacauan yang dipicu oleh kuda Radén Panji saat upacara pernikahan. Manuskrip ini berformat puisi berbahasa Sunda dan ditulis dalam aksara Arab. Naskah ini memiliki ukuran 19 x 21 cm dan 17 x 19 cm dengan tebal 34 halaman, setiap halaman berisi 12 baris. Naskah ini merupakan warisan dari Hasan Juaeni, Pacet Cianjur.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah Jaka Tulamu: Dari Kera Jadi Raja

Manuskrip kuno ini mengisahkan perjalanan hidup Jaka Tulamu dan keluarganya yang penuh liku. Dimulai dari anak-anaknya yang terlahir sebagai kera, dibuang, hingga akhirnya menjelma menjadi manusia sakti. Sebuah cerita rakyat yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Nurbuat: Kisah Negeri Mekah Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telusuri kisah Mekah dan Madinah sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip Nurbuat. Ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini menceritakan tentang Siti Aminah dan peristiwa penting kelahiran Nabi di tengah serangan pasukan Habsi. Manuskrip ini menjadi saksi bisu sejarah Islam di tanah Sunda.

Mengungkap Ajaran Tarekat: Warisan Naskah Kuno dari Kuningan

Naskah kuno bertajuk 'Tarekat' ini menyimpan khazanah pengetahuan mendalam tentang keimanan dan tauhid. Ditulis dalam bahasa Jawa dan Arab menggunakan aksara Pegon, naskah ini menguraikan konsep keislaman yang komprehensif, meliputi syareat, tarekat, hakekat, dan marifat. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik dari manuskrip berharga ini.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam (Tauhid): Manuskrip Arab-Sunda dari Bandung

Temukan esensi tauhid dalam manuskrip kuno 'Pelajaran Agama Islam (Tauhid)'. Ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda dengan aksara Arab dan Pegon, naskah ini mengungkap sifat-sifat Allah, tata cara berdoa, dan ayat-ayat Al-Qur'an tentang keesaan-Nya. Sebuah warisan intelektual dari Bandung tahun 1934.

Kisah Raja Saul dan Raja Daud: Wawacan Abad ke-19 dalam Aksara Pegon

Telusuri kisah epik Raja Saul dan Raja Daud dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dari abad ke-19. Ditulis dalam aksara Pegon, naskah ini mengisahkan pergantian kepemimpinan di Bani Israil dan konflik antara dua tokoh besar tersebut. Temukan detail menarik tentang asal-usul naskah dan penulisnya.

Mantra: Doa Magis untuk Rezeki Melimpah dari Sukasari Bandung

Temukan kekuatan mantra dalam manuskrip kuno dari Sukasari, Bandung. Berisi doa-doa dalam bahasa Sunda-Jawa Cirebon yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini dipercaya sebagai 'jampe' atau mantra untuk mendatangkan rezeki, khususnya dalam bidang pertanian.

Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Sultan Cirebon dalam Untaian Naskah Kuno

Naskah kuno Silsilah Sultan Cirebon ini menyimpan catatan penting tentang sejarah dan genealogi para penguasa Cirebon. Ditulis dalam bahasa Arab-Jawa Cirebon dengan aksara Pegon, Cacarakan, dan Arab, manuskrip ini menawarkan wawasan mendalam tentang silsilah, konsep spiritual, dan peristiwa penting di masa lalu. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan rincian metadata yang terkandung di dalamnya.

Wawacan Barjah: Kisah Cinta, Tahta, dan Identitas Tersembunyi dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Jaka Barjah dalam manuskrip Wawacan Barjah. Putra Raja Barjah ini terlibat dalam intrik perebutan tahta, cinta yang rumit, dan identitas yang disembunyikan. Naskah ini mengungkap warisan budaya Sunda yang kaya melalui pupuh-pupuh indah yang terangkai dalam aksara Pegon.