Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Raja Saul

Kisah Raja Saul dan Raja Daud: Wawacan Abad ke-19 dalam Aksara Pegon

Manuskrip ini mengisahkan tentang bangsa Israil yang diawali dengan tampilnya tokoh Yuwel dan Abiba yang menjabat sebagai hakim, akan tetapi masyarakat tidak menyukainya. Kedua tokoh itu merupakan putra Nabi Samuel. Nabi Samuel mendapat petunjuk dari Allah untuk mengangkat Saul sebagai raja bani Israil. Kemudian dikisahkan pula tentang Raja Daud. Manuskrip ini berjudul RAJA SAUL JEUNG RAJA DAUD, ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon dan berbentuk puisi wawacan. Terdiri dari 68 halaman, naskah ini ditulis di atas kertas dengan tinta hitam yang masih jelas terbaca. Teksnya terdiri dari 17 pupuh. Manuskrip ini diperkirakan ditulis oleh Tiitus pada abad ke-19 di Bandung. Naskah ini berasal dari Encang, Kp. Cangkuang, Desa Ciluncat, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung dan saat ini disimpan di EFEO Bandung. Judul dalam teks manuskrip ini adalah Carita Raja Saul jeung Raja Daud sedangkan di sampul berjudul Wawacan Raja Saul jeung Raja Daun.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Suryaningrat: Kisah Pengembaraan dan Kesetiaan dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah epik Suryaningrat, sebuah manuskrip wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan tentang pengembaraan Ningrum Kusumah dan perjuangannya merebut kembali kebahagiaan setelah difitnah dan diusir dari kerajaan. Sebuah cerita tentang kesetiaan, keberanian, dan kekuatan cinta yang diuji.

Menelusuri Jejak Leluhur: Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon dalam Untaian Silsilah

Manuskrip "Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon" adalah khazanah pengetahuan yang mengungkap silsilah panjang para penguasa dan tokoh penting di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon menggunakan aksara Pegon dan Cacarakan, naskah ini tidak hanya menyajikan urutan nama, tetapi juga menyingkap pemahaman mendalam tentang hakikat Illahi dan ajaran tarekat.

Kumpulan Doa: Warisan Naskah Pegon Abad ke-18 dari Cirebon

Temukan keindahan dan kearifan lokal dalam naskah kuno "Kumpulan Doa", sebuah warisan berharga dari abad ke-18 Cirebon. Manuskrip ini berisi beragam doa, tuntunan ibadah, hingga cerita-cerita bernafaskan Islam yang ditulis dalam aksara Pegon.

Suluk Gandasari: Kisah Persaudaraan dalam Mencari Hakikat Keislaman

Telusuri warisan sastra Sunda melalui manuskrip Suluk Gandasari, sebuah karya puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengupas tuntas ajaran agama Islam melalui dialog antara dua saudara, Ki Ganda dan Ki Sari. Mereka berbagi pengalaman dalam memahami dzat, sifat, asma, iman, dan tauhid, menggunakan alam sekitar sebagai simbol.

Kidung Ruwatan: Warisan Cirebon Tentang Penolak Bala dan Primbon

Manuskrip kuno ini menghadirkan kekayaan budaya Cirebon melalui kidung-kidung yang berfungsi sebagai penolak bala dan sarana penyembuhan. Selain itu, naskah ini juga memuat primbon, kumpulan pengetahuan tradisional yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Mari selami lebih dalam isi dan asal-usul manuskrip yang memukau ini.

Babad Cirebon: Kisah Wali Sanga dan Gejolak Politik di Tanah Jawa

Telusuri lembaran sejarah Cirebon melalui manuskrip Babad Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah dinasti Cirebon, para Wali Sanga, hingga intrik politik yang melibatkan Mataram dan Banten. Sebuah jendela menuju masa lalu yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Babad Banten: Kisah Sandimaya dan Sejarah Panjang Kesultanan Banten

Telusuri sejarah Kesultanan Banten melalui Babad Banten, sebuah manuskrip kuno yang ditulis dalam bentuk puisi Jawa dialek Banten. Kisah ini membawa kita dari silsilah raja-raja Banten hingga peperangan melawan Belanda di Batavia. Manuskrip ini menawarkan wawasan mendalam tentang budaya, agama, dan perjuangan masyarakat Banten di masa lalu.

Menelusuri Makna dalam 'Kitab Tahlil': Warisan Doa dan Tradisi dari Bandung

'Kitab Tahlil' adalah manuskrip yang menyimpan khazanah doa dan ayat Al-Qur'an untuk mendoakan arwah. Manuskrip ini menjadi saksi bisu tradisi keagamaan masyarakat Bandung. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail fisik dari naskah kuno ini.