Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Babad Cirebon

Menelusuri Jejak Islamisasi Jawa Barat: Narasi Babad Cirebon dalam Wawacan Sunda

Naskah ini mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya di Jawa Barat oleh Syarif Hidayatullah. Ia adalah keturunan Prabu Siliwangi dari pihak ibu dan termasuk salah seorang Wali Sanga. Kisah diawali dengan kepergian Raden Walangsungsang dan Nyai Rara Santang untuk berguru agama Islam, hingga Nyai Rara Santang menikah dengan Sultan Mesir dan melahirkan Syarif Hidayat. Cerita berakhir dengan masuknya Pajajaran dan Galuh ke dalam Islam. Manuskrip ini merupakan saduran dari Babad Cirebon berbahasa Jawa-Cirebon dan ditulis dalam bentuk puisi wawacan yang terdiri dari 117 halaman. Ditulis dengan tinta hitam di atas kertas lokal dan terbagi dalam 36 pupuh, naskah ini disalin oleh Kiai Muhammad Yusuf pada tahun 1936 di Ciwidey, Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Elun, Kp. Bojongjambu, Desa Sukawening, Kec. Ciwidey Kab. Bandung. Saat ini, naskah ini tersimpan di EFEO Bandung. Meski kertasnya berwarna kuning kecoklatan dan terdapat noda akibat lembab, tulisan dalam naskah umumnya masih terbaca.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Tanah Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, tokoh gagah perkasa yang lahir dari keluarga kafir namun akhirnya menjadi pembela agama Islam. Wawacan Samaun, yang ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan kekuatan, kesaktian, dan pengabdian kepada Nabi Muhammad SAW.

Wawacan Munding Liman: Kisah Perjalanan Mencari Pusaka di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Raden Patih Munding Liman dan Raden Mantri Munding Wangi dalam mengemban titah raja. Mereka menjelajah negeri mencari gajah putih, banteng kembar, dan pusaka sakti. Pertemuan dengan putri Sunten Keling membawa mereka ke negeri Cina, membuka petualangan mendebarkan.

Piwulang Rumah Tangga: Nasihat Indah dalam Pupuh untuk Keluarga Bahagia

Temukan kebijaksanaan rumah tangga dalam manuskrip kuno 'Piwulang Rumah Tangga'. Ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab dengan aksara Pegon, naskah ini berisi nasihat berharga tentang akhlak dan adab Islami bagi pasangan suami istri. Mari selami pesan-pesan luhur yang terangkum dalam puisi wawacan.

Primbon Sunda: Ramalan dan Pengetahuan Tradisional dari Banjaran

Telusuri warisan budaya Sunda melalui manuskrip Primbon yang memuat ramalan, pengetahuan tradisional, dan ajaran tasawuf. Naskah ini menawarkan wawasan unik tentang kepercayaan dan praktik masyarakat Sunda di masa lalu. Mari kita gali lebih dalam isi dan sejarah manuskrip kuno ini.

Primbon: Meramal Nasib dengan Naktu Hari dan Perjalanan Bintang

Telusuri lembaran primbon kuno berbahasa Sunda yang mengungkap rahasia naktu hari dan perjalanan bintang. Manuskrip ini menawarkan panduan meramal nasib seseorang, khususnya dalam bepergian, demi meraih keberuntungan. Simak narasi lengkap mengenai kondisi fisik, asal-usul, dan isi teksnya.

Menjelajahi Wawacan Ngaji Salira: Kisah Suluk dari Bandung Abad ke-20

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui manuskrip Cerita Suluk, sebuah Wawacan bertuliskan aksara Pegon yang memikat. Naskah ini mengantarkan pembaca pada pemahaman ajaran tasawuf melalui kisah sastra yang kaya akan simbolisme. Mari selami lebih dalam isi dan rincian metadata naskah yang berasal dari Bandung ini.

Layang Syekh Abdul Qadir Jaelani: Kisah Sang Wali Kutub dalam Wawacan

Telusuri kisah hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani, seorang wali besar yang berjasa dalam pengembangan agama Islam. Manuskrip ini menghadirkan riwayatnya dalam bentuk wawacan, sebuah puisi tradisional Sunda, yang terbagi menjadi 100 hikayat. Simak perjalanan spiritualnya, mulai dari asal-usul keluarga hingga mencapai derajat wali kutub.

Malangsari: Kisah Patih Gagah Berani dari Kuta Ireng

Temukan kisah kepahlawanan Patih Malangsari dari Kuta Ireng dalam manuskrip Sunda kuno. Ditulis dalam aksara Latin, prosa ini menceritakan tugas sang patih menyerang Kuta Waringin Girang dan negeri Siluman. Naskah ini diperkirakan merupakan hasil transliterasi dan saduran dari cerita pantun Sunda, namun dengan sentuhan suasana Islami.