Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kitab Fiqih

Kitab Fiqih: Warisan Ilmu Fiqih Sunda-Arab dari Cianjur

Manuskrip ini berisi uraian mendalam mengenai hukum fiqih, mencakup tata cara berwudu, shalat, zakat, hingga ibadah haji. Pembahasan juga menyentuh ranah muamalah dan pernikahan. Ditulis dalam bahasa Sunda-Arab dengan aksara Arab-Pegon, naskah ini terdiri dari 202 halaman yang ditulis pada dluwang (kertas tradisional). Berdasarkan catatan, naskah ini dinamakan Kitab Elmu Kabatinan yang diterima oleh pemiliknya pada tanggal 22 Agustus 1945. Dari segi fisik, naskah ini menunjukkan tanda-tanda usia, seperti warna kecoklatan, bercak hitam, dan robekan kecil di beberapa halaman. Naskah ini diperkirakan ditulis pada abad ke-18 di wilayah Cianjur. Naskah ini berasal dari Bapak Ahmad Djajali (Ajengan Batusari) Desa Parakan Tugu, Kecamatan Kapundak, Kabupaten Cianjur dan kini tersimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Layang Mintaraga: Kisah Klasik dalam Genggaman

Telusuri kisah klasik Layang Mintaraga, sebuah karya sastra Jawa yang memikat. Manuskrip ini, tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon, menawarkan jendela ke masa lalu. Simak narasi lengkap tentang kondisi fisik, bahasa, dan detail unik yang terkandung di dalamnya.

Kumpulan Doa: Warisan Naskah Pegon Abad ke-18 dari Cirebon

Temukan keindahan dan kearifan lokal dalam naskah kuno "Kumpulan Doa", sebuah warisan berharga dari abad ke-18 Cirebon. Manuskrip ini berisi beragam doa, tuntunan ibadah, hingga cerita-cerita bernafaskan Islam yang ditulis dalam aksara Pegon.

Kisah Nabi Yusuf dalam Carita: Manuskrip Jawa-Sunda Abad ke-18

Telusuri kisah Nabi Yusuf yang memukau dalam manuskrip kuno Carita Nabi Yusuf. Ditulis dalam bahasa Jawa dan Sunda menggunakan aksara Pegon, manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang perjalanan hidup sang nabi. Mari kita selami lebih dalam detail dan cerita di balik naskah berusia ratusan tahun ini.

Kumpulan Doa: Untaian Ayat dan Penolak Bala dari Pasirmalang

Temukan kekuatan dalam Kumpulan Doa, manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Berisi untaian doa yang bersumber dari ayat suci Al-Quran dan mantra penolak bala, naskah ini menawarkan perlindungan dan keberkahan. Simak lebih lanjut tentang warisan spiritual dari Pasirmalang, Bandung ini!

Sisindiran: Untaian Nasihat Islami dalam Pantun Sunda Abad ke-19

Temukan keindahan ajaran agama Islam yang terbungkus dalam seni sisindiran Sunda. Naskah kuno ini, ditulis dalam aksara Pegon, menyajikan nasihat-nasihat bijak tentang ibadah melalui untaian paparikan yang memikat. Mari selami kearifan lokal yang terkandung dalam lembaran-lembaran sejarah ini.

Menjelajahi Babad Cirebon: Kisah Islamisasi di Jawa Barat

Babad Cirebon adalah manuskrip kuno yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di wilayah Cirebon dan Jawa Barat. Naskah ini mengungkap bagaimana para wali, termasuk Syarif Hidayatullah, menyebarkan ajaran Islam dan menghadapi tantangan dari kerajaan-kerajaan seperti Pajajaran, Galuh, dan Majapahit.

Mengungkap Sejarah Cirebon: Dari Wali Hingga Kerajaan

Telusuri jejak sejarah Cirebon melalui manuskrip kuno Babad Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah para wali yang menyebarkan agama Islam di Pasundan, serta perkembangan Cirebon dari masa lalu hingga menjadi pusat peradaban. Temukan detail menarik dalam puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon.

Wawacan Suryakanta: Kisah Pilu Putra Raja Suryaningrat yang Diculik Jin

Manuskrip ini mengisahkan cerita Wawacan Suryakanta, seorang putra Raja Suryaningrat yang hilang diculik jin. Konflik pun muncul di antara kedua istri raja, Ningrum dan Jembawati, yang berujung pada tuduhan palsu dan nasib buruk bagi Ningrum. Simak selengkapnya dalam narasi berikut.