Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kumpulan Doa

Untaian Doa: Warisan Spiritual dari Bandung Abad ke-20

Naskah 'Kumpulan Doa' ini berisi untaian doa, surat-surat pendek dari Al-Quran, salawat, dan dzikir yang dipersembahkan sebagai hadiah kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi, malaikat, sahabat, kaum muslimin, serta tokoh-tokoh seperti Sayidinna Syekh Abdul Kasim, Syekh Ahmad Khatib, dan Syekh Hasan Mukrim. Terdapat pula semacam manakib yang mencerminkan ajaran tasawuf. Naskah yang berasal dari abad ke-20 ini ditemukan di Bandung. Naskah ini ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda, menggunakan aksara Arab dan Pegon. Manuskrip ini terdiri dari 4 halaman dengan 3 halaman berisi tulisan dan 1 halaman kosong, dengan ukuran halaman 34 x 21,5 cm dan ukuran tulisan 31,5 x 20 cm. Naskah yang tidak dijilid ini menggunakan kertas buatan lokal dan tinta hitam. Meskipun kertasnya tampak kekuning-kuningan, tulisan masih terlihat kontras. Naskah ini berasal dari Bapak Anda bin Madkasih, Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Teks dimulai dengan kalimat thumma ila hadaratinnabiyyil mustafa muhammadin sallallahu alayhi wassalam (h. 1) dan berakhir dengan kalimat mangkat deui murakabah dua puluh sipat kudu kalawan guru (h. 3).

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kumpulan Mantra dan Tarekat: Warisan Spiritual dari Kuningan Abad ke-19

Telusuri khazanah spiritual kuno melalui manuskrip "Kumpulan Mantra dan Tarekat". Naskah berusia lebih dari satu abad ini, yang ditulis di Kuningan pada tahun 1857, menawarkan wawasan unik ke dalam praktik-praktik spiritual masyarakat Sunda-Jawa pada masa lampau.

Menjelajahi Kedalaman Spiritual: Suluk-Suluk Dari Cirebon

Temukan kebijaksanaan kuno yang tersembunyi dalam manuskrip "Suluk-Suluk Dari Cirebon". Naskah ini menyimpan untaian puisi mistis yang mendidik, hasil karya Pangeran Arya Cirebon dan Sultan Cirebon pada sekitar tahun 1800. Mari selami ajaran tentang Seh Gawaran dan Raga Balilu, yang terangkum dalam gaya puitis yang memukau.

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Kerajaan Nusantara dari Cirebon

Telusuri warisan sejarah Nusantara melalui manuskrip Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah. Simak deskripsi mendalam tentang fisik naskah hingga isinya yang kaya akan informasi sejarah.

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Bandung

Temukan kekayaan spiritual dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini berisi himpunan doa-doa, mantra, serta ajaran tasawuf yang mendalam. Simbolisme anggota tubuh dan aksara cacarakan menambah lapisan makna pada teks yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa ini.

Menelisik Tauhid dan Silsilah: Wawacan Sunda Abad ke-18 dari Cirebon

Manuskrip kuno berjudul 'Tauhid dan Silsilah' ini adalah sebuah khazanah intelektual dari abad ke-18. Ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang membahas fondasi keislaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Danumaya: Kisah Heroik dari Negeri Keling dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Raden Danumaya, pemuda tampan dan sakti dari negeri Keling, dalam manuskrip kuno Wawacan Danumaya. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini menyimpan petualangan seru Danumaya dalam perjalanannya menuju Mataram, lengkap dengan intrik, pertempuran, dan kisah cinta.

Menelusuri Untaian Doa Nabi Sulaeman dalam Manuskrip Cirebon Abad ke-19

Temukan keindahan warisan leluhur Cirebon melalui manuskrip "Doa Nabi Sulaeman". Naskah kuno ini menyimpan doa-doa berbahasa Arab bercampur dialek Jawa Cirebon. Diperkirakan berasal dari abad ke-19, manuskrip ini menawarkan jendela unik ke dalam praktik spiritual masyarakat Cirebon di masa lalu.

Rengganis: Kisah Cinta dan Kesaktian dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Rengganis adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan cerita dengan latar penyebaran agama Islam, menampilkan tokoh utama Dewi Rengganis dan Umarmaya yang memiliki kesaktian tinggi. Kondisi fisik naskah ini menunjukkan usianya yang telah lama.