Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pua-pua

Wawacan Pua-pua Bernama Sakti: Kisah Peralihan Hindu ke Islam

Wawacan Pua-pua Bernama Sakti adalah sebuah manuskrip berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah puisi wawacan ini terdiri dari 200 halaman dan tergolong ke dalam kelompok naskah bernafaskan Islam. Fisik naskah umumnya masih baik meskipun kertasnya agak kekuning-kuningan dan penjilidannya longgar, serta tidak lengkap. Teks terdiri atas 45 pupuh dengan diawali Asmarandana. Naskah ini diperkirakan dikarang oleh Mas Mayuta dan disalin oleh Muhammad Madsa’i pada abad ke-20 di Subang. Informasi ini didasarkan pada kutipan teks lembar halaman akhir yang menyebutkan bahwa penyalin mendapatkan naskah dari Mas Mayuta. Naskah ini berasal dari Bapak Mayuta, Kp. Babakan, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Padmasari: Kisah Cinta dan Penyebaran Islam Berbalut Cerita Panji

Manuskrip Padmasari adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang memikat. Ditulis dalam aksara Latin, naskah setebal 211 halaman ini mengisahkan perjalanan spiritual dan perjuangan seorang wanita bernama Padmasari. Dengan latar belakang penyebaran agama Islam, cerita ini dibalut dengan nuansa ceritera panji yang khas, menawarkan kombinasi unik antara nilai-nilai agama dan budaya lokal.

Dua Sajarah: Kisah Munding Mitra dan Pangeran Kusuma Adi Nata

Manuskrip ini menghadirkan dua kisah sejarah dalam bentuk prosa berbahasa Sunda. Pertama, petualangan Munding Mitra, putra Prabu Siliwangi, yang penuh dengan perkawinan dan konflik. Kedua, perjalanan Pangeran Kusuma Adi Nata, bupati Sumedang, yang penuh liku-liku kekuasaan dan pengasingan.

Menelusuri Jejak Sejarah Cirebon: Narasi Babad dari Tanah Girang

Manuskrip Babad Cirebon ini membuka tabir sejarah dan silsilah penguasa Cirebon, khususnya yang berpusat pada tokoh Susuhunan Jati, salah seorang Wali Sanga. Naskah ini memuat kisah-kisah penting yang didasarkan pada Purwaka Caruban Nagari dan Nagari Kerta Bhumi. Mari selami lebih dalam warisan budaya Cirebon yang tertuang dalam lembaran-lembaran kuno ini.

Primbon Tarekat Satariyah: Jejak Mistik dari Garut hingga Leiden

Telusuri warisan spiritual Jawa melalui Primbon Tarekat Satariyah. Manuskrip ini mengungkap teologi dan mistik yang kaya, diturunkan dari para tokoh spiritual terkemuka. Disalin oleh Hasan Mustapa pada tahun 1908, primbon ini menyimpan jejak perjalanan mistik dari Garut hingga Perpustakaan Universitas Leiden.

Menelisik 'Kitab Fatimah': Untaian Doa dan Kearifan Lokal Sunda Abad ke-20

Mari kita menyelami 'Kitab Fatimah', sebuah manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menyimpan untaian doa, tata cara pemeliharaan padi, hingga uraian mistik tentang Iman Mahdi. Diperkirakan berasal dari Banjaran Bandung pada abad ke-20, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat Sunda.

Wawacan Suryakanta: Kisah Cinta, Pengkhianatan, dan Keberanian

Kisah Wawacan Suryakanta membawa kita ke dalam dunia percintaan, intrik, dan keberanian. Emban Turga yang cintanya ditolak, hilangnya seorang pangeran, hingga pengkhianatan yang berujung pengusiran. Semua terangkum dalam manuskrip yang ditulis dalam Bahasa Sunda ini.

Dialog Spiritual: Wawacan Suluk dan Pencarian Hakikat Hidup

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui Wawacan Suluk, sebuah manuskrip puisi yang mengungkap dialog mendalam antara dua pendeta bersaudara. Naskah ini mengajak kita merenungkan asal-usul kehidupan dan perjalanan spiritual manusia melalui tujuh alam yang berbeda. Sebuah warisan berharga dari Museum Prabu Geus Ulun Sumedang.

Menelusuri Jejak Sejarah Timbanganten: Dari Kerajaan Hingga Peristiwa Bersejarah di Bandung

Manuskrip "Sejarah Timbanganten" membuka tabir kisah masa lalu Kerajaan Timbanganten, yang bermula dari Prabu Marajaputra, putra Prabu Siliwangi. Naskah ini tak hanya mengisahkan silsilah raja, tetapi juga menyoroti berbagai peristiwa penting yang mewarnai sejarah Bandung dan sekitarnya. Mari selami lebih dalam lembaran sejarah yang berharga ini.