Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Cerita Suluk

Cerita Suluk: Wawacan Kawung dan Simbolisme Gula dalam Ajaran Tasawuf

Naskah ini berisi uraian tentang ajaran tasawuf yang intinya membicarakan masalah keberadaan dzat dan sifat yang disajikan dalam bentuk suluk (perlambangan). Judul naskahnya banyak yang menamakan sebagai Wawacan Kawung. Pohon kawung ‘enau’ adalah salah satu tumbuhan penghasil gula. Gula yang dijadikan simbol kehadiran munculnya dua orang tokoh yang bernama Ki Gendis dan Ki Legit. Melalui dua tokoh tersebut berlangsung dialog yang membicarakan persoalan kehidupan secara simbolik dengan latar belakang alam dan tumbuh-tumbuhan, hingga akhirnya sampai kepada apa yang dinamakan syariat, hakikat, tarikat, dan makrifat. Naskah ditulis di atas kertas lokal sebanyak 30 halaman (ukuran 17 x 11 cm; tulisan 15.5 x 10 cm) dan dijilid menjadi satu bagian. Penomoran halaman menggunakan angka 1-30 yang ditambahkan kemudian. Tinta yang digunakan berwarna hitam, dan meskipun kertas mulai menguning, tulisan umumnya masih terbaca dengan baik, kecuali pada halaman 5 yang agak suram. Teks ini terdiri dari 6 pupuh, diawali dengan pupuh Asmarandana. Naskah ini disalin pada tahun 1940 di Pangalengan, Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Aman, Kp. Cigeureuh, Desa Cikalong, Kec.Pangalengan, Kab. Bandung dan saat ini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Ogin Amar Sakti: Kisah Heroik dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Ogin Amar Sakti dalam manuskrip wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah setebal 110 halaman ini mengisahkan perjalanan hidup Ogin Amar Sakti yang sakti mandraguna dalam menumpas keserakahan. Disalin pada tahun 1923, manuskrip ini menyimpan jejak budaya dan sejarah Cianjur.

Kumpulan Doa: Untaian Shalawat dan Mantra dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam 'Kumpulan Doa,' sebuah manuskrip kuno yang memadukan bahasa Arab dan Sunda dalam aksara Pegon. Naskah ini berisi untaian doa dan mantra yang terinspirasi dari ajaran Islam dan tasawuf. Warisan dari Banjaran Bandung ini menawarkan wawasan mendalam tentang praktik keagamaan masyarakat pada masa lalu.

Babad Godog: Kisah Kean Santang Mengislamkan Tanah Jawa

Manuskrip Babad Godog dalam bahasa Sunda ini mengisahkan perjalanan spiritual Kean Santang, seorang senapati Pajajaran yang gagah berani. Dari menantang Bagenda Ali di Mekah hingga akhirnya memeluk Islam dan ditugaskan mengislamkan Pulau Jawa, naskah ini menyimpan cerita menarik tentang penyebaran agama Islam di tanah Sunda. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan rincian manuskrip ini.

Menelusuri Jejak Kesultanan Banten: Sebuah Narasi dari Manuskrip Kuno

Manuskrip "Sejarah Banten" membuka tabir kisah Kesultanan Banten melalui prosa dan puisi. Naskah ini menyimpan catatan penting tentang silsilah, peristiwa bersejarah, hingga cerita rakyat yang bersemi di tanah Banten. Mari selami lebih dalam kekayaan budaya dan sejarah yang terkandung dalam lembaran-lembaran manuskrip ini.

Suryakanta: Kisah Heroik Putra Raja dalam Wawacan Sunda Beraksara Pegon

Telusuri kisah heroik Suryakanta, putra Raja Suryaningrat, dalam manuskrip Wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah setebal 230 halaman ini mengisahkan petualangan dan perjuangan Suryakanta yang diculik raksasa hingga menjadi pahlawan yang menumpas kejahatan. Mari kita selami lebih dalam detail dan kondisi fisik naskah kuno ini.

Wawacan Nabi Paras: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad Saw

Telusuri kisah inspiratif perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip kuno "Wawacan Nabi Paras". Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini mengungkap momen-momen penting dalam kehidupan Nabi, termasuk kunjungan Malaikat Jibril dan wasiat terakhir beliau. Mari kita selami kearifan lokal melalui karya sastra klasik ini.

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Kerajaan Nusantara dari Cirebon

Telusuri kekayaan sejarah Nusantara melalui manuskrip Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah kuno ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara. Manuskrip ini menjadi saksi bisu peradaban masa lalu, menawarkan wawasan berharga tentang sejarah dan budaya.

Jejak Mistik dan Ilmu Agama dalam Catatan Kuno

Telusuri kedalaman spiritualitas Islam melalui manuskrip "Catatan Tentang Mistik dan Ilmu Agama". Naskah ini mengungkap ajaran mistik, praktik keagamaan, dan doa-doa penting. Disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, manuskrip ini menawarkan wawasan unik tentang tradisi Islam di Jawa dan Sunda.