Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Wawacan Sulanjana

Asal Usul Padi: Menjelajahi Wawacan Sulanjana dari Cikeruh

Wawacan Sulanjana mengisahkan legenda asal mula padi yang sangat penting bagi masyarakat agraris. Cerita berawal ketika Dewi diperintahkan membuat 'tatapakan', dan Dewa Anta menangis karena keterbatasan inderanya. Air matanya berubah menjadi tiga telur. Dua telur hilang karena dikhianati Sang Elang Belang, sementara satu telur berhasil dibawa ke Dewa Guru. Setelah ditetaskan oleh Dewa Anta, telur itu berubah menjadi putri cantik bernama Sri Pohaci. Karena tidak diizinkan menikah dengan Dewa Guru, Dewi Sri Pohaci dimatikan, dan dari makamnya tumbuhlah pohon padi. Manuskrip ini berasal dari Atma, Citokbray, Cimanggung, Cikeruh. Naskah ini berukuran 22 x 17 cm dengan tebal 42 halaman dan ditulis dalam huruf Arab, menggunakan bahasa Sunda-Jawa dialek Krawang. Setiap halaman berisi 14 baris.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Nasehat Rumah Tangga: Petuah Bijak untuk Keluarga Bahagia

Temukan kebijaksanaan dalam berumah tangga melalui manuskrip kuno Naséhat Rumah Tangga. Naskah ini berisi tuntunan bagi umat Muslim dalam membina keluarga sakinah berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Pelajari nilai-nilai saling menghargai, kesabaran, dan ketaatan yang dicontohkan oleh para nabi.

Kisah Cinta dan Tahta: Menjelajahi Dongeng Raja Arismaya dan Subrata

Manuskrip ini menghadirkan dua kisah menarik dalam bentuk prosa berbahasa Sunda. Pertama, petualangan cinta Raja Arismaya yang penuh tantangan demi mendapatkan Ratna Komala. Kedua, kisah Raja Subrata tentang ujian berat dan pertemuan kembali dengan anak-anaknya.

Kisah Agung Syekh Abdul Qadir Jaelani: Manuskrip Sunda-Jawa Abad ke-20

Telusuri jejak kehidupan Syekh Abdul Qadir Jaelani melalui manuskrip kuno berbahasa Sunda-Jawa. Naskah ini mengungkap kisah seorang tokoh sufi yang sangat dihormati, pemimpin para wali dengan ilmu dan kesaktian luar biasa. Simak narasi lengkapnya yang tersimpan di Museum Prabu Geus Ulun Sumedang.

Kumpulan Doa dan Mantra: Memohon Restu Nyi Pohaci untuk Kesuburan Padi

Manuskrip kuno ini mengungkap praktik spiritual masyarakat Sunda abad ke-19 dalam memelihara padi. Berisi doa-doa dan mantra yang ditujukan kepada Nyi Pohaci, dewi padi, agar tanaman terhindar dari hama dan memberikan hasil panen melimpah. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.

Menjelajahi Kitab Fiqih: Warisan Ilmu dari Banjaran Bandung

Temukan intisari ajaran ibadah dan hukum-hukumnya dalam manuskrip kuno 'Kitab Fiqih'. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda, menawarkan wawasan berharga tentang konsep wajib, sunat, mubah, makruh, dan haram. Mari selami lebih dalam kandungan naskah ini!

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam (Tauhid): Manuskrip Arab-Sunda dari Bandung

Temukan esensi tauhid dalam manuskrip kuno 'Pelajaran Agama Islam (Tauhid)'. Ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda dengan aksara Arab dan Pegon, naskah ini mengungkap sifat-sifat Allah, tata cara berdoa, dan ayat-ayat Al-Qur'an tentang keesaan-Nya. Sebuah warisan intelektual dari Bandung tahun 1934.

Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Pangalengan

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun dalam manuskrip Wawacan Samaun, sebuah karya sastra Sunda beraksara Pegon yang diperkirakan berasal dari Pangalengan, Bandung. Manuskrip ini mengisahkan perjuangan Samaun dalam menyebarkan agama Islam dan menumpas kaum kafir di tanah Arab. Dengan kondisi fisik yang cukup memprihatinkan, Wawacan Samaun tetap menjadi saksi bisu kekayaan khazanah intelektual Islam di Jawa Barat.

Primbon: Ramalan Gempa dan Gerhana dari Bandung Abad ke-20

Telusuri Primbon kuno yang mengungkap ramalan kejadian dan pertanda alam. Naskah abad ke-20 ini, ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Melayu, membahas gempa, gerhana, dan dampaknya bagi manusia. Mari kita selami kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.