Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Rupa-rupa Catatan

Menjelajahi 'Rupa-rupa Catatan': Untaian Sejarah dan Pemikiran Sunda dari Abad ke-20

'Rupa-rupa Catatan' adalah sebuah manuskrip yang berisi berbagai catatan, sebagian besar merupakan saduran dari bahasa Jawa-Kawi, terutama pada halaman 1 hingga 2. Bagian lainnya adalah catatan pribadi pemilik naskah (halaman 33-40). Menurut keterangan di dalamnya, bagian pertama naskah disadur oleh A. Prawira Suganda dan disalin oleh S. Odjoh pada 25 Desember 1945 di Tasikmalaya. Naskah ini mencakup Djajabaja sareng Oega Bandung, Serat Jaka Lodang, Cacandran Jayabaya, wawasan penyalin, dan Uga Bandung. Bagian kedua mencatat berbagai kejadian dan peristiwa yang dialami atau disaksikan oleh S. Odjoh Sastradipura dari tahun 1926 hingga 1958. Naskah setebal 40 halaman ini ditulis di atas kertas lokal dengan tinta hitam pucat dan biru. Kondisi fisik naskah menunjukkan tanda-tanda penuaan, seperti kertas yang kecoklatan dan robek. Naskah ini disimpan di EFEO Bandung dan berasal dari koleksi S. Odjoh Sastradipura di Tasikmalaya.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Mengungkap Sejarah dan Ajaran Islam dalam Babad Cirebon dan Patarekan

Telusuri warisan budaya Cirebon melalui manuskrip kuno Babad Cirebon dan Patarekan. Naskah ini mengungkap sejarah para sultan Cirebon, ajaran Islam, dan silsilah tokoh penting. Simak narasi lengkapnya untuk menyelami kekayaan intelektual masa lalu.

Menjelajahi Tarekat Satariyah: Warisan Naskah Kuno dari Ciamis

Telusuri ajaran Tarekat Satariyah melalui naskah kuno yang ditulis dalam bahasa Jawa, Sunda, dan Arab. Naskah ini, yang berasal dari abad ke-19 Ciamis, mengungkap dialog mendalam tentang ajaran tarekat, tuntunan dzikir, dan hakikat sifat-sifat Allah. Mari kita selami lebih dalam warisan intelektual Islam ini.

Primbon Cirebon: Ramalan, Mantra, dan Kearifan Lokal Abad ke-19

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip Primbon dari Cirebon abad ke-19. Naskah ini mengungkap ramalan tradisional, mantra, doa, dan pengetahuan tasawuf. Sebuah jendela menuju budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa kuno.

Kidung Gede: Pesona Ayat-Ayat Penolak Bahaya dari Bandung

Telusuri pesona Kidung Gede, sebuah manuskrip abad ke-20 dari Bandung, yang memadukan bahasa Sunda, Jawa, dan Arab dalam aksara Pegon dan Arab. Naskah ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan juga petunjuk penggunaan kidung sebagai jampe penolak bahaya, dilengkapi dengan ayat-ayat suci Al-Quran yang dikenal sebagai ayat-tujuh.

Umarmaya: Kisah Pahlawan Islam dari Ayaban dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Umarmaya, seorang pahlawan yang berperan penting dalam penyebaran Islam di negeri Ayaban. Naskah kuno ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, menyimpan cerita kepahlawanan di bawah kepemimpinan Raja Amir Hamzah.

Berkah Bertani: Menjelajahi Kitab Doa Tatanen dari Banjaran Bandung

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda melalui Kitab Doa Tatanen, sebuah manuskrip yang memadukan doa-doa Islami dengan mantra-mantra tradisional untuk keberhasilan bercocok tanam. Naskah ini memberikan wawasan unik tentang praktik pertanian dan spiritualitas di Banjaran, Bandung pada abad ke-20.

Menjelajahi Catatan-Catatan: Primbon Cicalengka yang Penuh Misteri

Telusuri warisan intelektual Islam melalui 'Catatan-Catatan', sebuah manuskrip salinan dari koleksi Snouck Hurgronje. Naskah ini, yang juga dikenal sebagai Primbon dari Cicalengka, mengungkap beragam pengetahuan agama, mistik, dan tradisi lokal. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah kuno ini.

Menggapai Kedamaian Hati: Tuntunan Dzikir dalam Manuskrip Sunda-Arab

Temukan panduan lengkap tata cara dzikir dalam manuskrip kuno Tuntunan Dzikir. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, naskah ini menyajikan bacaan dzikir terperinci untuk mencapai kedamaian hati. Simak narasi lengkapnya mengenai kondisi fisik naskah hingga asal-usulnya.